BANDA ACEH – Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah mengimbau semua pihak agar mempunyai inisiatif dan tekad yang kuat dalam menjaga dan merawat perdamaian di Aceh.  Hal ini disampaikan oleh Zaini Abdullah saat memberi sambutan di acara puncak peringatan damai MoU Hensinki di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Minggu, 15 November 2015.

“Saya mengimbau kepada masyarakat Aceh agar jangan hanya bergantung kepada pemerintah dalam hal penguatan perdamaian ini. Jika ada hal yang belum selesai, mari kita selesaikan dengan cara yang bijak. Jika ada pihak yang ingin mengganggu perdamaian ini, kita harus lawan dan harus kita lenyapkan dari bumi Aceh tercinta ini,” katanya.

Gubernur Aceh menegaskan kepada siapapun yang mencoba mengganggu perdamaian di Aceh, maka harus dijadikan sebagai musuh bersama. “Dengan demikian tidak seorang pun yang ingkar dari kesepakatan ini, dan tidak seorang pun yang mencoba untuk menggagalkannya,” tegas Gubernur.

“Kisah jalan menuju proses perdamaian Aceh yang berakhir dengan perjanjian damai di Helsinki adalah cerita hati, cerita dari sanubari, cerita masyarakat dari pelosok Aceh, sudah banyak manusia baik dari rakyat Aceh, para kombatan dan juga aparat keamanan yang menjadi korban dari konflik yang berkepanjangan di Aceh,” ujarnya.

Perdamaian yang telah dirasakan oleh masyarakat Aceh selama ini, menurut Gubernur, harus disyukuri oleh semua pihak. Salah satunya dengan menjaga kebersamaan dan kekompakan seluruh elemen rakyat dan seluruh komponen bangsa.

“Insya Allah perjuangan itu akan membawa kesejahteraan, kemakmuran, dan kedamaian yang menjadi cita-cita rakyat bumi Serambi Mekkah ini,” kata Gubernur.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur berterima kasih kepada pihak asing dan pemerintah yang telah terlibat langsung dalam proses pembangunan perdamaian Aceh. Terutama kepada mantan Kepala Aceh Monitoring Misssion (AMM), Peter Fieth dan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla yang hadir pada acara tersebut.

Gubernur Zaini mengatakan sangat terharu ketika mendengar pernyataan dari masyarakat internasional dan pemerintah yang siap berkomitmen dalam menjaga dan merawat perdamaian Aceh. “I am very touched by Peter Feith’s commitment in mantaining peace in Aceh,” ujar Gubernur.[]