BANDA ACEH — Sebanyak 1.379 peserta mengikuti ujian tulis seleksi penerimaan anggota Kelompok Kerja Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (Pokja KKR) Aceh di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Senin, 11 September 2017.

Ketua Pansel KKRA Wiratmadinata kepada wartawan mengatakan, awalnya jumlah pelamar hampir 1.700 orang.

“Tapi dari hasil seleksi administrasi tersisa 1.379 orang yang dapat mengikuti ujian tulis hari ini. Namun ada yang tidak hadir, saya perkirakan sekitar 30 orang,” katanya.

Menurut Dekan Fakultas Hukum Universitas Abulyatama Aceh itu, antusiasme masyarakat untuk melamar sangat tinggi. Awalnya pihaknya hanya memprediksi bakal diikuti sekitar 300-an orang.

“Dari hasil ujian tes tulis ini, nantinya panitia seleksi akan menjaring sebanyak 108 peserta, untuk dilakukan tes wawancara di tingkat tim panitia seleksi, yang akan diumumkan pada akhir September ini,” katanya.

Ia menambahkan, dari 108 orang yang lolos ujian tulis hari ini, selanjutnya akan mengikuti tes wawacara. Dari hasil wawancara itu, dijaring 72 orang yang nantinya akan diserahkan kepada komisioner untuk mengikuti tahapan berikutnya.

“Di akhir penyeleksian, setelah peserta melewati tahapan selanjutnya, nanti hanya tersisa 36 orang yang akan mengisi Kelompok Kerja KKR Aceh, dari enam Pokja akan diisi oleh enam orang anggota Pokja,” jelasnya.

Ketua KKR Aceh Afridal Darmi menyampaikan, pihaknya akan berusaha agar seleksi ini lebih transparan. Setiap peserta bukan hanya melihat pengumuman nama saja, tapi juga skor nilai dari ujian juga bisa dilihat. Bahkan lanjut Afridal, peserta yang melanggar aturan saat ujian juga akan disampaikan.

“Sehingga mereka akan mengetahui di mana kekurangannya, kita akan berusaha semaksimal mungkin dalam hal ini. Setiap peserta tidak hanya melihat apakah ia akan lulus atau tidak, tapi juga nilainya, bahkan yang melanggar aturan, seperti melihat HP, sebab itu dicatat oleh panitia tanpa sepengetahuan peserta,” katanya.[]

Laporan Taufan Mustafa