BANDA ACEH – Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla memuji kesetiaan Muzakir Manaf atau dikenal Mualem saat menjadi Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Hal tersebut disampaikan JK dalam pidato puncak peringatan damai Aceh di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Minggu, 15 November 2015.
JK dalam pidatonya mengaku pernah membujuk Mualem untuk berdamai via telepon. “Pak Malek, Mualem sangat patuh dan setia kepada pemimpin dan dia tidak berkhianat kepada pemimpin,” kata JK.
Dalam pidatonya tersebut, JK juga mengungkap bagaimana proses penyelesaian konflik Aceh yang dilakukan secara senyap. JK mengatakan saat itu proses menuju Aceh damai hanya diketahui oleh beberapa orang saja, termasuk dirinya dan Preside SBY. Sementara dari sisi GAM, hanya Malik Mahmud dan Zaini Abdullah yang mengetahui proses tersebut.
Dia mengatakan walau belum pernah bertemu sebelumnya dengan Mualem, namun JK melalui sambungan telepon waktu itu turut mengajak Panglima GAM tersebut untuk berdamai.
Upaya JK untuk mencapai kesepakatan dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), yang saat itu dipimpin oleh Panglima Jenderal Endriartono Sutarto, juga dilakukan secara senyap.