BANDA ACEH – Terjadinya konflik sebelum perdamaian merupakan ketidakpercayaan antara satu sama lain. Hal ini disampaikan Wakil Presiden RI, Muhammad Jusuf Kalla saat memberi sambutan pada acara puncak peringatan Damai MoU Helsinki di Taman Ratu Safiatuddin Banda Aceh, Minggu, 15 November 2015.
Berbeda cara pandang dapat menimbulkan konflik, maka dari itu hal ini menjadi kendala utama. Padahal kita telah menyelesaikan kedua hal sekaligus, yaitu politik dan militer. Saat itu saya telah meyakinkan panglima TNI bahwa ini semua untuk kepentingan bangsa, ujar JK yang disambut meriah tepuk tangan tamu undangan.
Ia juga mengatakan, sangat bersyukur karena telah berhasil meyakinkan kombatan GAM dan TNI yang dalam waktu singkat menyelesaikan kedamaian saat itu. Pasalnya, selama senjata masih menyala tidak ada gunanya arti sebuah perdamaian.
“Ini merupakan hal yang sulit yang telah kita lewati,” kata JK.
JK mengaku bangga kepada Muzakir Manaf saat itu. Ketika dihubungi via telepon, kata JK, Muzakir Manaf mengatakan akan mengikuti perintah.
Saat itu ketika ditanyai kepada Muzakir, jikalau pimpinan memutuskan untuk berhenti, apakah Muzakir Manaf siap berhenti? Saya siap dan taat kepada pimpinan, saya tidak mengkhianati bapak, ujar JK, mengutip kata-kata Mualem saat itu.
JK juga mengatakan perdamaian bukan untuk dirayakan melainkan untuk dinikmati. []