BANDA ACEH – Gerakan Aceh Merdeka (GAM) memang dalam perannya memiliki banyak pengorbanan. Sementara dalam perdamaian ini harus banyak lagi pengorbanannya.

Hal ini disampaikan oleh Wali Nanggroe, Malik Mahmud Al Haytar, saat refleksi Peringatan 10 Tahun Damai MoU Helsinki di Taman Ratu Safiatuddin Banda Aceh, Minggu, 15 November 2015.  

Malik Mahmud mengaku bangga dengan Wakil Presiden Republik Indonesia, Muhammad Jusuf Kalla. Pasalnya selama menjabat jadi Wapres 2005 dan hingga saat ini juga memiliki jabatan yang sama di tahun 2015.

“Bagi kami di Aceh, JK adalah promotor utama perdamaian. JK adalah bapak perdamaian Aceh dan dunia,” kata Malik Mahmud saat memberi sambutan dalam acara tersebut.

Ia menyampaikan terimakasih kepada SBY dan JK yang telah  memberikan perhatian dan dukungan terhadap perdamaian Aceh. Hal senada juga disampaikannya kepada mediator utama negara-negara Uni Eropa, dan negara ASEAN lainnya yang turut membantu perdamaian di Aceh.

“Ketika mengingat kilas balik saat daerah-daerah pantai di Aceh diluluhlantakkan tsunami yang merenggut jutaan ribu jiwa, dan pertama kali yang kita lihat saat itu adalah wajah JK saat menangani tsunami di Aceh,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, dr. Zaini Abdullah, Wakil Gubenur Muzakir Manaf, para menteri kabinet kerja, DPRI, DPRA, pejabat porkopimda, duta negara sahabat, mantan koordinator Aceh, alim ulama, tokoh adat, dan pemuda Aceh serta tamu undangan lainnya. []