IDI RAYEUK – Nurdin bin Ismail alias Din Minimi meminta beberapa poin perjanjian yang telah disepakati pasca kelompoknya turun gunung agar dipenuhi. Ia juga mengatakan, perjuangannya belum usai meski ia dan teman-temannya telah kembali ke masyarakat.
Perjuangan limong thon nyoe kon eh no sagai, kamoe tetap meminta kesejahteraan anggota kamoe dan masyarakat Aceh, dan kepada seluruh anggota kamoe yang ka ditheun le polisi beu ji peulheuh beubagah,(perjuangan lima tahun ini tidak berhenti sampai di sini, kami tetap menuntut kesejahteraan anggota kami dan masyarakat Aceh, dan kami meminta anggota kami yang ditahan polisi segera dilepaskan), katanya saat diwawancarai portalsatu.com, Selasa, 29 Desember 2015.
Nurdin meminta kepada pemerintah untuk peduli kepada 30 anggotanya yang saat ini juga ikut turun kembali ke masayarakat.
Nyoe 30 droe tentra kamoe beu ji perhati le pemerintah, beu gebi pembinaan-pembinaan yang got sesuai dengan pue yang kamoe tuntut selama nyoe, (30 orang anggota kami harus diperhatikan oleh pemerintah, harus diberikan pembinaan yang baik sesuai tuntutan kami selama ini), kata Din.
Selain itu Din Minimi juga meminta kepada pemerintah untuk membiayai keluarga anggota yang telah meninggal dalam aksinya selama ini.
Untuk keluarga tentra kamoe yang ka syahid nyan beu segera dibantu, yang hana rumoh beu ji peugot rumoh, yang anuek ih dijak sikula ngon nebeut pih ji biaya, yang jelas apa yang kita perjuangkan hari ini bukan untuk kami pribadi, (Untuk keluarga anggota kami yang sudah syahid harus segera dibantu, yang belum punya rumah dibuatkan rumah, yang anaknya dalam pendidikan harus dibiayai), kata Din Minimi.[] (ihn)