TERKINI
NEWS

”Tim Saber Pungli Jangan Jadi Alat Politik”

TAPAKTUAN - Bupati Aceh Selatan, HT Sama Indra, mengingatkan agar tidak ada yang memanfaatkan Tim Saber Pungli untuk kepentingan politik menjatuhkan pihak lain secara tidak sehat.…

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 633×

TAPAKTUAN – Bupati Aceh Selatan, HT Sama Indra, mengingatkan agar tidak ada yang memanfaatkan Tim Saber Pungli untuk kepentingan politik menjatuhkan pihak lain secara tidak sehat. Imbauan ini disampaikan Sama Indra kepada para pejabat Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) di Aceh Selatan.

“Bertanding dan bersainglah secara sehat jangan sampai memanfaatkan momentum pembentukan saber pungli ini untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya dengan cara menjatuhkan pihak lain secara tidak sehat. Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk secara bersama-sama mengawasi kinerja pemerintah daerah. Jika ada bukti terjadi pungli tolong dilaporkan tapi laporan tersebut jangan bersifat fitnah,” kata Sama Indra dalam sambutannya usai melantik Tim Saber Pungli Aceh Selatan di Gedung Pertemuan Rumoh Agam, Tapaktuan, Rabu, 8 Februari 2017.

Dia juga mengingatkan para pejabat di Aceh Selatan jangan sampai terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT). Jika hal ini terjadi, dia akan memanggil dan meminta pertanggungjawaban kepala SKPK terkait.

“Pihak pertama yang akan saya minta pertanggungjawaban adalah pimpinan SKPK bersangkutan,” kata Bupati.

Dia juga menginstruksikan para  pejabat kepala SKPK terkait agar segera menggelar breafing dengan seluruh stafnya masing-masing. “Jangan main-main dengan pungutan liar, sebab penanganannya sekarang ini sangat serius,” katanya lagi.

Menurutnya pengukuhan Tim Saber Pungli menjadi komitmen pihaknya memberantas pungutan liar, khususnya di lingkungan aparatur negara. Sehingga, kata dia, prinsip good governance dan clean governance benar-benar dapat diwujudkan bersama-sama. 

Semua pihak juga diminta untuk menanamkan tekad dan komitmen untuk memberantas pungli tersebut sampai ke akar-akarnya. Hal ini dirasakan penting guna tumbuhnya budaya baru anti-pungli.

“Praktik pungli tidaklah dipandang dari besar-kecilnya (pungutan liar), tapi dengan hadirnya layanan publik yang betul-betul bebas dari pungli, bebas dari kerusakan, bebas dari moral yang buruk, yang secara akumulatif merupakan tindakan yang merugikan orang banyak,” ujarnya.

Menurut Bupati Aceh Selatan, saber pungli Kabupaten Aceh Selatan menitikberatkan beberapa fungsi penting. Pertama, membangun sistem pemberantasan pungli, dan kedua melakukan pengumpulan informasi dari pihak terkait dengan menggunakan teknologi informasi. 

Ketiga, mengkoordinasikan, merencanakan, dan melaksanakan operasi pemberantasan pungli. Keempat, melakukan operasi tangkap tangan (OTT) berdasarkan hasil operasi intelijen.

Fungsi kelima adalah tim akan memberikan rekomendasi agar pimpinan menjatuhkan sanksi kepada pelaku pungli sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Fungsi selanjutnya yaitu adanya monitoring dan evaluasi pemberantasan pungli di Aceh Selatan.[]

Laporan: Hendrik Meukek

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar