Muhajir mengatakan apapun alasannya merayakan 10 tahun damai Aceh pada 15 November, hal yang tidak dibenarkan
BANDA ACEH – Sekjen Ormas Al Kahar menentang momentum perdamaian Aceh diperingati pada15 November 2015 mendatang. Menurutnya tanggal atau hari bersejarah, termasuk peringatannya tidak bisa diubah.
“Kalau diubah maka peringatan selanjutnya akan membingungkan. MoU Helsinki, perjanjian perdamaian antara GAM dengan RI ditandatangani pada 15 Agustus 2005. Maka perayaannya pun harus dilakukan pada 15 Agustus semata, ujar Muhajir melalui siaran persnya kepada portalsatu.com, Jumat, 13 November 2015.
Terkait hal itu, Muhajir mengatakan apapun alasannya merayakan 10 tahun damai Aceh pada 15 November, hal yang tidak dibenarkan. Menurutnya itu merupakan pembodohan dan penipuan besar oleh negara tentang peristiwa bangsa.
Tidaklah layak ini disebut perayaan damai Aceh. Bahkan, ini menyalahi daripada konsep Bhineka Tunggal Ika dan wawasan nusantara yang selama ini didengungkan oleh negara, ujar Muhajir.
Atas dasar itu, Ormas Al kahar menyerukan kepada Pemerintah untuk meniadakan atau menghapuskans sebutan perayaan 10 tahun Aceh yang akan dirayakan pada 15 November nanti.
Jangan pernah menyebutnya perayaan damai Aceh, jika itu dirayakan pada tanggal selain 15 Agustus. Rakyat Aceh harus menolak perayaan ini. Mahasiswa dan elemen sipil, jangan diam. Mari kita bergerak melawan penyelewengan sejarah. Jangan biarkan penipuan ini terjadi di depan mata kita, kata Muhajir.[]