BANDA ACEH – Ketua Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Provinsi Aceh, Iswadi, mendesak lembaga pemeriksa keuangan untuk mengaudit semua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Aceh. Menurutnya audit tersebut penting dalam rangka mengetahui laporan penggunaan penyertaan modal yang telah diberikan kepada semua BUMD Aceh.
“Selama ini direksi BUMD Provinis Aceh cenderung tertutup, sehingga transparansi yang didengung-dengungkan Pemerintah Aceh seolah tidak berlaku untuk BUMD,” ujar Iswadi melalui siaran persnya kepada portalsatu.com, Kamis, 7 April 2016.
Dia menduga banyak badan usaha plat merah milik Pemerintah Aceh tersebut tidak sehat. Pasalnya, suntikan modal yang besar tetapi belum bisa berkonstribusi kepada kas daerah.
“Saya juga menilai kondisi BUMD seperti ini tak terlepas dari lemahnya pengawasan dewan. Kalau diperhatikan fungsi dewan baru sebatas ketok palu, sementara pengawasannya belum berjalan sesuai harapan,” katanya.