LONDON — Seorang ibu terpaksa harus membuang 14,8 liter Air Susu Ibu Perah (ASIP) di Bandara Heathrow, London karena soal aturan. Ia kemudian mencurahkan isi hatinya dalam surat terbuka di Facebook.
Ibu bernama Jessica Coakley Martinez ini sedang dalam tugas ketika harus terbang tanpa anaknya yang masih berusia delapan bulan. Martinez mengatakan, ia merasa terhina dan frustasi ketika dipaksa membuang ASIP yang sudah ia siapkan untuk dibawa pulang.
“Anda membuat saya membuang makanan selama dua pekan untuk anak saya,” kata dia, sebagaimana disiarkan BBC, Sabtu 23 April 2016. Bandara Heathrow mengatakan, aturan pemerintah Inggris mengharuskan penumpang yang membawa cairan melebihi 100 ml untuk menempatkannya dalam tas transparan dan bisa dibukatutup.
Situs Departemen Transportasi mengatakan, ada pengecualian untuk makanan bayi atau susu bayi. Namun penumpang harus bepergian dengan si bayi. Kelebihan cairan harus dibawa di koper kabin.
Martinez mengatakan, ia sudah mengetahui aturan itu. Namun menurutnya, aturan tersebut tidak adil untuk seorang ibu bekerja. Tidak mungkin menurutnya seorang ibu menyusui harus selalu bepergian dengan anaknya.
“Ini sangat tidak adil dan ekslusif mengingat ada ibu bekerja seperti saya,” kata dia. Menurutnya, ia sudah bekerja keras untuk memberikan yang terbaik untuk anaknya sambil tetap bekerja.
“Melebihi tindakan merampas makanan dari mulut anak saya, Anda sudah menghina saya dan membuat saya sangat kalah sebagai seorang profesional dan seorang ibu,” tutupnya. Regulasi soal cairan yang dibawa ke dalam pesawat dibuat setelah insiden teroris meledakkan cairan eksplosif pada 2006.
Inggris adalah negara dengan tingkat ibu menyusui terendah di dunia. Menurut studi Lancet, hanya satu dari 200 ibu yang menyusui anaknya di Inggris. Lima negara terendah adalah Inggris (0.5 persen), Arab Saudi (2 persen), Denmark (3 persen), Yunani (6 persen) dan Kanada juga Prancis (9 persen).[]Sumber:republika.co.id