TERKINI
NEWS

Kadis Kesehatan Aceh: Susu Formula Tidak Mampu Memenuhi Gizi Bayi

BANDA ACEH - Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Aceh, dr Hanif mengungkapkan bahwa susu formula bukanlah sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan gizi anak. Hal itu disampaikannya…

SIRAJUL MUNIR Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 278×

BANDA ACEH – Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Aceh, dr Hanif mengungkapkan bahwa susu formula bukanlah sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan gizi anak.

Hal itu disampaikannya pada worshop 1000 Hari Pertama Kehidupan Dengan Tujuannya Penurunan Stunting yang digelar oleh Komunitas Aceh Peduli ASI (APA) di Hotel Diana, Banda Aceh, Sabtu, 5 Agustus 2017.

“Susu formula, itukan bukan susu yang sesuai dengan kebutuhan anak. Walaupun dibuat dengan sedemikian rupa tetapi tetap tidak sama dengan kebutuhan seorang anak,” ungkap dr. Hanif.

Dr. Hanif menjelaskan, anak yang berusia nol sampai enam bulan sangat membutuhkan asupan gizi yang berkualitas. Sehingga dia menyarankan pemberian ASI lebih baik daripada memberikan makanan lain maupun susu formula.

“Tidak boleh diberikan makan pisang, tidak boleh memberikan roti, dan harus ASI saja. Mengapa? Karena gizi yang sudah ada di ASI sudah cukup untuk memberikan makanan untuk membentuk tubuh seorang anak yang berumur nol sampai enam bulan,” jelas dr. Hanif.

“Susu anak yang terbaik itu adalah susu yang dari ibunya dan bukan dari macam-macam. Bukan susu lembu, susu kambing, tetap susu ibunya yang paling baik. Apapun cerita susu ASI dari ibunya itu jauh lebih baik dari susu formula,” jelasnya lagi.

Anak yang kekurangan gizi ASI dikatakan dr. Hanif akan lebih rentan dengan penyakit dan pertumbuhan tubuhnya juga lambat. Oleh karena itu dia menekankan para ibu yang memiliki anak berusia nol sampai 6 bulan untuk menyusui anaknya dengan ASI.

“Jadi ini tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh seorang anak, makanya timbul bermacam-macam, seperti daya tahan tubuh kurang, anak itu pertempuran badannya tidak baik, pertumbuhan otaknya juga tidak bagus, sehingga yang kita takutkan nanti anak ini akan menjadi kurang pintar,” katanya.

Ia mengatakan, dari nol sampai enam bulan, bayi tidak boleh diberikan apa-apa, selain ASI.

“ASI itulah yang membuat seorang anak itu cerdas, ASI itu yang membuat seorang anak sehat,” katanya lagi.[]

SIRAJUL MUNIR
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar