TERKINI
TAK BERKATEGORI

Dugaan Malpraktek di RS PT Arun, Polisi Akan Minta Keterangan Saksi Ahli

LHOKSEUMAWE - Setelah menerima laporan dugaan malpraktek yang dilakukan RS PT. Arun Lhokseumawe pada pasien bernama Badriah, 56 tahaun, Polres Lhokseumawe terus melakukan pengembangan termasuk…

MAULANA AMRI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 2.1K×

LHOKSEUMAWE – Setelah menerima laporan dugaan malpraktek yang dilakukan RS PT. Arun Lhokseumawe pada pasien bernama Badriah, 56 tahaun, Polres Lhokseumawe terus melakukan pengembangan termasuk akan meminta keterangan saksi ahli.

“Kita telah menerima laporan tersebut setelah beberapa hari kejadiannya terjadi. Atas kejadian itu kita langsung melakukan pengembangan dan saat ini telah memeriksa 6 orang saksi dari pihak Rumah Sakit Arun,” kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Anang Triarsono melalui Kasat Reskrim AKP Yasir kepada portalsatu.com, Rabu, 6 April 2016.

Yasir mengatakan, pihaknya terus mendalami kronologis kejadiannya dan dalam beberapa hari ke depan akan melakukan  pemeriksaan terhadap saksi ahli.

“Kita telah mengirimkan surat permintaan saksi ahli kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lhokseumawe untuk menghadirkan seorang saksi terhadap kasus ini. Jadi jika telah dikirimkan oleh IDI kita langsung melakukan pemeriksaan terkati prosedural dan hal lainnya menyangkut transfusi darah,” kata Yasir.

Diberitakan sebelumnya, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh Pos Lhokseumawe meminta Polres Lhokseumawe agar mengusut dugaan malpraktek yang dilakukan Rumah Sakit PT. Arun, yang salah melakukan transfusi darah kepada pasien bernama Badriah Daud, 56 tahun, warga Dusun Pasi Kuala, Desa Gelumpang Sulu Timur, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.

Ketua LBH Pos Lhokseumawe, Fauzan, mengatakan pada Minggu, 13 Maret 2015 pihaknya menerima laporan dugaan malpraktek berupa salah transfusi darah. Pasien yang memiliki golongan darah “O” namun mendapatkan transfusi darah golongan “B” saat dirawat di Rumah Sakit Arun Lhokseumawe.  

Kata Fauzan, berdasarkan hasil wawancara dengan keluarga, dan melihat kondisi Badriah Daud yang telah sadar dari koma namun tidak mengenal orang-orang di sekelilingnya bahkan anak kandungnya sendiri. Menurut keluarga pada 29 Februari 2016 Badriah dirawat di RS Arun karena penyakit Diabetes Mellitus.[](ihn)

MAULANA AMRI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar