TAKENGON – Bupati Aceh Tengah, Ir. H. Nasaruddin, menjenguk Sabira Hurin Ien, balita 7 bulan, penderita atresia bilier atau kelainan hati di Desa Blang Kolak Satu, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah. Bupati Nasaruddin turut menyerahkan bantuan langsung sebanyak Rp20 juta.
“Bantuan itu dari sumbangan seluruh pegawai Pemkab Aceh Tengah selama dua hari ini. Penggalangan masih berlangsung, nanti Insya Allah akan ada lagi yang menyusul,” kata Kabag Humas Aceh Tengah, Mustafa Kamal, di Takengon, Rabu, 2 Desember 2015. Kunjungan tersebut turut didampingi oleh Ketua DPRK Aceh Tengah, Muchsin Hasan.
Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin, mengatakan, penanganan selanjutnya untuk pengobatan Hurin akan diupayakan hingga dapat menjalani proses operasi cangkok hati di Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo (RSCM).
“Untuk jenis bantuan dana, kita musyawarah dulu dengan dewan, di SKPK mana dana bantuan sosial ini ditampung, maka kita berembuk dulu,” katanya.
Sementara dari sisi lain, katanya, pemkab Aceh Tengah akan mengupayakan kepada pemerintah Aceh agar bersedia menanggung beban biaya operasi cangkok hati untuk bocah Hurin.
Sebelumnya diberitakan, Sabira Hurin Ien, balita 7 bulan, penderita Atresia Bilier atau dikenal dengan kelainan hati. Kondisi tubuh anak kedua dari pasangan Jeffriza-Cut Linda Marheni saat ini serba menguning, mulai dari mata, tubuh, kencing dan perut membesar.
Ibunda Hurin, Cut Linda mengatakan, berdasarkan hasil biopsi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada 13 November 2015, hati Hurin membesar dan mengeras dengan sumbatan cairan empedu yang besar. Kondisi tersebut mengakibatkan pembengkakan hingga pembesaran perut.
Sementara itu, Direktur Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Datu Beru Takengon, dr Hardi Yanis Sp.PD, mengatakan, kondisi penyakit yang diderita Hurin harus ditangani dengan segera. Jika tindakan operasi terus berlarut maka kondisi penderita akan semakin kritis.
Ia mengaku, tindakan penanganan medis pada penderita kelainan hati hanya dapat dilakukan dengan cara pencangkokan hati.
“Kalau tindakan medis telat, nanti operasi pencangkokan hati sudah tidak sempurna lagi. Sia-sia saja. Kalau penanganan di kita sekarang paling kita jaga berat badan dan kondisi penderita, tapi kalau pengobatan tetap harus melalui pencangkokan,” katanya.[]