BANDA ACEH Untuk membantu meringankan beban finansial orang tuan Hurin, mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry di bawah koordinasi Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama menggalang donasi lewat kegiatan Cinta untuk Hurin.
Seperti diketahui, Sabira Hurin yang masih berusia 8 bulan didiagnosis atresia bilier dan saat ini terdaftar sebagai pasien rawat jalan di RSCM Jakarta. Sejak lahir, anak kedua dari pasangan Jefriza (33) dan Cut Linda Marhein (30) ini harus mengalami masa pertumbuhan yang sulit. Dia sempat mengalami pendarahan di pusar, buang air besar berdarah, dan kejang. Penyakit yang dideritanya diketahui saat Hurin berusia tiga bulan.
Dokter di RSCM menyatakan bahwa Hurin menderita atresia bilier. Menurut dokter di sana, dalam dua tahun pasien seperti ini ditangani dengan cara transplantasi hati, kemungkinan dicangkok dari hati ayahnya, dan itu memakan biaya yang tidak sedikit, ujar Linda, ibu Hurin dalam siaran pers yang dikirimkan Relawan Cinta untuk Hurin, Rabu, 3 Februari 2016.
Atresia bilier merupakan suatu kondisi saluran empedu tidak terbentuk dengan sempurna yang menyebabkan kerusakan pada organ hati dalam kurun 90 hari. Jika hal ini berlanjut, kerusakan hati lanjutan akan mengakibatkan sirosis hati (hati mengeras) yang harus diatasi dengan transplantasi hati. Penyakit tersebut bukanlah penyakit keturunan dan tidak menular.
Untuk biaya operasi transplantasi hati orang tua Hurin harus menyediakan dana sebesar Rp1,5 miliyar. Jefri sebagai ayah Hurin, berusaha keras mencari biaya untuk pengobatan anaknya tersebut. Namun, hingga kini dan yang terkumpul belum cukup untuk membawa Hurin menjalani operasi transplantasi hati.