APBA Perubahan 2015 sampai sekarang tidak jelas pengesahannya. Sepertinya Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) diduga sengaja mengulur waktu. Diduga perilaku ini agar bisa menyiasati devisit anggaran berjalan.
Kita tentu sudah makfum bahwa APBA 2015 yang sedang berjalan ada dua bolong besar. Pertama kesalahan perhitungan dana bagi hasil Migas yang disebutkan mencapai Rp 700 miliar lebih. Padahal kenyataannya hanya ada Rp 200 miliar lebih saja yang mengalir untuk Aceh. Sementara sejumlah proyek telah dianggarkan via pendapatan Migas itu.
Hal kedua adalah kasus dugaan pencaloan anggaran. Sejumlah proyek diduga masuk pintu belakang tanpa pernah ada dalam usulan awal. Dalam kasus ini sejumlah proyek yang diusul dewan hilang. Anggarannya dibuat ke proyek siluman.
Dua kasus besar dalam penyusunan APBA 2015 menyebabkan TAPA terbebani. Dalam perubahan 2015 dewan kembali mengusulkan program-program yang hilang. Ini mengakibatkan TAPA harus mencari sumber pendapatan atau Silpa. Bila tidak maka dewan akan menjegal APBAP dan APBA 2016.
Nah sampai sekarang TAPA belum lagi menyerahkan rancangan APBAP 2015. Patut diduga ini adalah permainan mengulur waktu. Arti mendekati akhir tahun APBAP disahkan. Kalaupun usulan dewan dimasukkan maka dipastikan tidak bisa dilaksanakan dan dicairkan. Sehingga APBA menjadi aman. Artinya uang yang tidak sempat ditarik itu jadi Silpa. Walaupun sebenarnya Silpa kosong. Artinya memang tidak ada duitnya walau sudah dianggarkan.