TAKENGON – Belum lama ini di wilayah tengah Aceh digegerkan dengan adanya penemuan kopi asing yang masuk ke wilayah Gayo, selaku kawasan sentra produksi kopi terbesar di Asia. Beredarnya kopi asing tersebut diakui oleh Ketua Gayo Cupper Team, Fanelist dan Analist Coffee, Mahdi, kepada portalsatu.com, Rabu, 9 Desember 2015.
Mahdi mengatakan, masuknya kopi asing tersebut diduga kuat bertujuan untuk mengoplos keaslian kopi Gayo yang telah menduduki posisi strategis dengan harga tinggi di pasar internasional. Tindakan yang dilakukan oknum tersebut menurutnya diduga sebagai bentuk pelemahan posisi kopi Gayo di pasar dunia.
Tindakan itu kita takutkan dapat melemahnya pemesanan hingga menurunnya harga kopi arabika Gayo di pasar internasional, kata Mahdi.
Mahdi yang juga Manager Quality Control Account Coffee Group, mengaku, cita rasa yang ditemukan dari beberapa sampel yang ada, kopi yang masuk ke wilayah Gayo berasal dari wilayah timur Indonesia seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua dan sebagian besar Sumatera.
Kita juga meminta pemerintah membentuk satu aturan khusus yang mengatur peredaran kopi Gayo, katanya.