TAKENGON – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Cabang Aceh Tengah membuat pelatihan daur ulang kain perca untuk 15 peserta. Pelatihan ini untuk mendorong munculnya kreativitas yang merangsang lahirnya pelaku usaha kecil dan menengah. Pelatihan berlangsung di Gedung UMMI Pendopo Bupati Aceh Tengah, Rabu, 9 Desember 2015.

“Pelatihan ditujukan untuk meningkatkan keterampilan pengusaha kecil dalam mengolah perca menjadi barang jadi yang berkualitas,” ungkap Ketua Panitia, Chairina Sungkit, kepada portalsatu.com melalui surat elektronik yang dikirim Humas Pemkab Aceh Tengah.

Pembukaan pelatihan pagi tadi turut dihadiri Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin, pengurus DPD IWAPI Aceh yang juga anggota DPRA, Ismaniar, Ketua TP. PKK Aceh Tengah Hj. Apini Nasaruddin, Kadisprindag Munzir dan beberapa pengurus IWAPI Aceh Tengah.

Ismaniar dalam kesempatan itu mengatakan, selama ini kain perca atau kain sisa terkesan diabaikan, namun sebenarnya punya manfaat lebih besar.

“Kain perca punya manfaat besar, ini dapat menjadi peluang usaha dan sudah dibuktikan keberhasilannya, banyak market yang dapat menampung usaha dari kain perca,” ujar Ismaniar sambil menunjukkan bros yang dipakainya juga hasil kerajinan kain perca.

Sementara Bupati Nasaruddin berpesan kepada 15 peserta untuk mengikuti pelatihan dengan baik.”Lebih baik 15 orang peserta tapi ada tindak lanjut dari pada 150 orang tapi tidak ada kelanjutannya,” kata Nasaruddin menyemangati peserta.

Nasaruddin turut menyinggung pentingnya kegiatan peningkatan keterampilan terus digalakkan, terlebih jika bahan bakunya tersedia dan mudah didapatkan. Selain kain perca, Nasaruddin mencontohkan eceng gondok dan bambu yang mudah didapatkan di daerah itu untuk diolah menjadi bahan yang berguna dan lebih bermanfaat.[]