BANDA ACEH – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Anies Rasyid Baswedan mengatakan ada 13 bahasa lokal di Aceh yang harus dikembangkan. Ia mengkhawatirkan bila penutur bahasa lokal menurun akan berakibat pada hilangnya bahasa tersebut. Hal itu disampaikan Anies dalam Kongres Peradaban Aceh di AAC Dayan Dawood Unsyiah, Rabu, 9 Desember 2015. Ia menilai adanya sebuah diskusi akan menjadi aksi dan tanda dari sebuah peradaban.
“Peradaban Aceh tidak hanya bahasa saja, tapi juga budaya dari mulai bangun tidur hingga tidur kembali. Peradaban di Aceh sudah ratusan, mari kita bangkitkan kembali peradaban Aceh ini jangan hanya menjangkau lima sampai enam tahun saja. Kita jangkau angka yang fantastis, Aceh menjadi contoh manusia yang terdidik, berkualitas, dominan, peradaban di atas kebudayaan,” kata Anies.
Makna keragaman bahasa, bahasa melambangkan sistem dan pola pikir, pembahasan, pembelajaran didapat dari bahasa, dengan bahasa memiliki potensi keragaman pola pikir apa bila disambut dalam memperkaya diskusi. Variasi bahasa dijadikan alat untuk memperkaya bahasa daerah, ujarnya.[]
Laporan Maisarah Kim di Banda Aceh