IDI RAYEK – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Dinas Kesehatan melakukan Fogging di beberapa kawasan di Kecamatan Peudawa pagi tadi, Rabu 28 September 2016. Kegiatan itu dilakukan sebagai bentuk penangulangan kasus penyakit DBD yang telah terjangkit selama ini pada beberapa warga.

Informasi yang dihimpun Portalsatu.com, terhitung awal bulan Januari hingga September terdapat 86 jiwa di Aceh Timur terserang penyakit DBD. Bahkan dalam Agustus   lalu, kasus penyakit menular itu meningkat  secara signifikan terutama  dalam wilayah perkotaan Idi Rayek.

“Dalam tahun ini 86 warga Aceh Timur terjankit DBD, tiga di antaranya meninggal dunia, sementara dalam beberapa bula terakhir ini kasus tersebut meningkat sebanyak 29 kasus yang telah tercatat sama kita,” ujar Kabid PMK Pencegahan Masalah Kesehatan Dr. ZulfIkri kepada portalsatu.com via telepon Selulernya, Rabu 28, Septeember 2016.

Sebagai upaya  pencegahan Dinas Kesehatan  Kabupaten Aceh Timur meminta kepada masyarakat untuk terus mengaktifkan gotongroyong disetiap gampong- bgampong, terutama dalam wilayah yang rawan terserang penyakit DBD, seperti  wilayah kecamatan Idi Rayek.

“Upaya pencegahan bisa saja dilakukan dengan cara mengaktifkan kembali program yang mewujudkan lingkungan bersih seperti pada program 3 M, menutup, menguras dan menimbun barang barang bekas yang ada dilingkungan masing-masing,” kata Dokter muda yang Akrab disapa Dr. Ayi itu  seraya berharap kasus DBD di Aceh Timur secepatnya teratasi.
Sementara itu, dalam sepekan terakhir, empat warga  kecamatan Peureulak  juga terjanagkit penyakit DBD sehingga menjalani perawatan intesif di RSUD Zubir Mahmud Idi Rayek.

Sebelumnya dua diantara pasien tersebut dinyatakan pulih hingga diperbolehkan pulang setelah menjalani perwatan selama sepekan lebih. Sedangkan dua lainnya masih dirawat,masing-masing Dewi Susanti 18 tahun, dan Mardiah 38 tahun.[]