TERKINI
NEWS

Kata Pejabat Dinkes Soal Kasus DBD di Aceh Selatan

TAPAKTUAN - Selama Januari 2017, sebanyak 15 warga Kabupaten Aceh Selatan terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD). Sejauh ini belum ditemukan kasus yang membuat warga meninggal…

CUT ISLAMANDA Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 901×

TAPAKTUAN – Selama Januari 2017, sebanyak 15 warga Kabupaten Aceh Selatan terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD). Sejauh ini belum ditemukan kasus yang membuat warga meninggal dunia akibat DBD.

“Meskipun sudah ada temuan kasus 15 warga terjangkit DBD selama Januari 2017, tapi Aceh Selatan belum dipandang perlu ditetapkan status Kasus Luar Biasa (KLB) DBD, sebab sejauh ini belum ada temuan kasus warga meninggal dunia akibat terjangkit penyakit dari gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut,” kata Kasie Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Aceh Selatan Surya Dharma SKM kepada wartawan di Tapaktuan, Sabtu, 4 Maret 2017.

Menurutnya, para pasien penderita DBD tersebut seluruhnya dipastikan langsung mendapat penanganan medis tahap pertama di masing-masing Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terdekat dari tempat tinggal mereka. Setelah sempat dirawat di Puskesmas, sebagian dari mereka ada yang dibolehkan pulang ke rumahnya masing-masing. Namun, sebagian lagi terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yuliddin Away Tapaktuan, karena trombositnya sudah sangat rendah sehingga perlu mendapat penanganan medis secara intensif.

“Rata-rata setelah sempat dirawat selama satu hingga dua minggu di RSUD YA Tapaktuan, mereka dibolehkan kembali lagi ke rumahnya masing-masing karena sudah sehat,” ujarnya.

Dia menyebutkan, dari 15 warga penderita DBD tersebut masing-masing berasal dari Puskesmas Kuta Baro Kecamatan Meukek satu orang, Puskesmas Sawang satu orang, Puskesmas Samadua tiga orang, Puskesmas Air Berudang Kecamatan Tapaktuan empat orang, Puskesmas Lhok Bengkuang Kecamatan Tapaktuan satu orang.

Selanjutnya, dari Puskesmas Kecamatan Kluet Utara empat orang dan terakhir dari Puskesmas Kecamatan Kluet Selatan satu orang.

Faktor utama terjangkit penyakit DBD tersebut adalah karena gigitan nyamuk aedes aegepty. Karena itu, untuk mencegah penyebaran jentik-jentik nyamuk mematikan tersebut, pihak Dinas Kesehatan Aceh Selatan menyerukan masyarakat setempat agar membudayakan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal masing-masing dengan sistem 3M, yakni menguras bak mandi, menutup bak penampungan air dan mengubur barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan.

“Memang jika berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi ternyata d isebuah perkampungan penduduk sudah ada gejala penularan DBD, maka Dinas Kesehatan segera melakukan langkah fogging dan pembagian bubuk abate. Namun semua itu akan sia-sia jika tingkat kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan masih rendah,” tandasnya.[]

CUT ISLAMANDA
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar