TERKINI
NEWS

Sikapi KLB DBD, Banda Aceh Intensifkan Fogging

BANDA ACEH - Menyikapi Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh mengintensifkan fogging (pengasapan) di sejumlah lokasi potensial bagi nyamuk Aedes Aegypti…

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 873×

BANDA ACEH – Menyikapi Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh mengintensifkan fogging (pengasapan) di sejumlah lokasi potensial bagi nyamuk Aedes Aegypti untuk berkembangbiak. Pihak Dinkes Banda Aceh juga aktif menyosialisasikan pola hidup sehat serta upaya-upaya pencegahan DBD kepada masyarakat, terutama dengan menerapkan gerakan 3M (Menguras-Menutup-Mendaur Ulang) dalam kehidupan sehari-hari.

“Hari ini kita lakukan fogging di tiga gampong yakni di Sukaramai, Batoh, dan Lamdom untuk membasmi jentik nyamuk. Namun, yang lebih penting dalam mencegah DBD itu adalah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, salah satunya dengan gerakan 3M,” ungkap Plt Kadinkes Banda Aceh dr Warqah Helmi, seperti siaran pers yang dikirim Humas Banda Aceh, Rabu, 8 Februari 2017.

Ia mengungkapkan, sejak 2016 tercatat ada 152 kasus DBD di Banda Aceh, dan yang paling banyak terjadi di kawasan Syiah Kuala, Kuta Alam, dan Baiturrahman. “Adapun gejala dari penyakit DBD adalah demam, penurunan trombosit, hingga anemia, dan yang paling fatal dapat mengakibatkan kematian.”

“Fogging merupakan salah satu cara untuk memberantas jentik nyamuk. Syaratnya berdasarkan penyelidikan epidemilogi, harus ada kasus DBD positif yang dibuktikan dengan hasil laboratorium, dan dalam radius 100 meter dari hunian si penderita terdapat minimal lima persen jentik nyamuk,” katanya.

Namun, ia mengingatkan, fogging hanya tindakan sementara untuk membasmi jentik nyamuk. Menurutnya nyamuk dapat datang kembali jika lingkungan masyarakat tidak bersih.

“Yang paling utama adalah gerakan 3M; menguras bak mandi seminggu sekali, menutup bak penampungan air dan saluran, serta mendaur ulang bahan-bahan bekas yang dapat menampung air hujan seperti kaleng dan ban bekas.”

Untuk menyosialisasi gerakan 3M ini, pihaknya juga menggandeng Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik dengan mengerahkan layanan mobil yang dilengkapi pelantang suara. “Kami juga telah menyiapkan iklan layanan masyarakat berformat audio mengenai gerakan 3M ini, yang nantinya akan diputar di area traffic light maupun radio,” katanya.[]

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar