BANDA ACEH – Rumah Sakit Zainoel Abidin (RSUZA) akan meluncurkan poliklinik eksklusif terpadu yang dijadwalkan pada Rabu, 28 Oktober 2015 mendatang. Selain pagi, poliklinik tersebut juga di-setting pada sore atau malam hari dikarenakan prime time pasien yang berobat. 

“Poliklinik ini sama sepertinya praktek swasta lain, bedanya pasien yang berobat sekarang kan pasien BPJS. Kemudian kalau ada pasien umum pemberlakuannya juga sama, kalau yang umum prosesnya cepat karena tidak banyak administrasi,” kata Humas RSUZA, Rahmadi S.Km, saat dihubungi oleh portalsatu.com via seluler, Selasa, 20 Oktober 2015 malam.

Inisiatif awal hadirnya poliklinik ini dikarenakan permintaan dari pasien umum agar ada pilihan ketika berobat dengan sistem berbayar dan pelayanan ekstra. 

“Jika seandainya formulasi sudah selesai kemungkinan bisa saja berbayar, kita rencanakan pada awalnya diberlakukan seperti poliklinik swasta. Jika seandainya perlu perawatan akan kita arahkan, misalnya penggunan BPJS kita arahkan ke BPJS,” katanya.

Atas saran dan permintaan dari masyarakat tersebut, makanya diadakan sistem pilihan bagi pasien yang ingin berobat tidak ingin mengikuti sistem antrian pagi yang begitu panjang. Pasalnya sistem selama ini tetap harus mengikuti antrian.

“Kemungkinan gedungnya juga masih menggunakan ruang poliklinik yang ada saat ini. Cuma nanti dimodifikasi interior dan alurnya mungkin lebih baik dan cepat, tidak seperti yang manual,” kata Rahmadi.

“Manfaatnya, poliklinik ini menjadi pilihan, biasanya pasien berobat ke praktek sore. Kadang-kadang saat membutuhkan scan mereka harus ke rumah sakit lagi. Jadi poliklinik ini untuk memudahkan masyarakat ketika membutuhkan scan, rontgen atau X-Ray dan lain sebagainya. Jadi, selain cepat juga lebih memudahkan masyarakat,” ujarnya lagi.[](bna)