MEUREUDU – Dalam tahun terakhir (2014 dan 2015) jumlah penderita TBC (Tuberculosis/TB) di Kabupaten Pidie Jaya mencapai 253 kasus. Dari total penderita tersebut 128 di antaranya berhasil disembuhkan petugas kesehatan pada 2014.

Kadis Kesehatan Pidie Jaya, H. Said Abdullah didampingi Kabid PMK Dinkes Muhammad Iqbal, S.K.M., Rabu, 21 Oktober 2015 mengatakan pihaknya menemukan kasus penderita TBC di Pijay pada 2014 sebanyak 148 penderita dan semuanya sudah ditangani secara medis.

“Dari jumlah itu, sebanyak 128 penderita berhasil disembuhkan secara total, sisanya 20 penderita merupakan terparah, dan tidak rutin berobat serta kurang mengikuti anjuran petugas sehingga tidak sembuh,” ujar Said.

Adapun pada 2015 ini, lanjut Said, pihaknya menemukan sebanyak 105 kasus baru dari berbagai kecamatan. Saat ini pihaknya sudah menugaskan petugas untuk menangani pasien agar tidak tertular pada orang lain. Karena kasus yang ditemukan selain TB BTA positif juga ada TB BTA plus, jenis itu sangat rentan menular ke orang lain.

“Kuman TB BTA plus ini mampu menulari 10 hingga 15 orang karena kuman Mycobacterium Tuberculosis begitu cepat berkembang biak dan mudah menular. Kuman TB menyerang paru-paru hingga organ tubuh lainnya termasuk otak, tulang,” katanya.

Ia menyebut tingkat menular penyakit tersebut disebabkan oleh hubungan suami istri dan kontak fisik dengan penderita. Kuman masuk melaui pernafasan dan berkembang biak dalam paru-paru. Penularan mudah terjadi jika penderita tinggal bersama dalam waktu lama.

Said mengimbau tokoh masyarakat dan petugas Puskesmas melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya dan cara mengantisipasi penularan penyakit itu. “Kepada penderita kita minta agar rutin berobat serta mematuhi anjuran petugas medis, jangan putus asa takut tidak sembuh,” ujarnya.[] (*sar)

Laporan Zamah Sari