BIREUEN – Direktur Rumah Sakit Umum dr. Fauziah Bireuen dr. Mukhtar Haris, menjelaskan pelayanan rumah sakit yang dikelolanya sudah maksimal, namun ia mengakui fasilitas yang tersedia masih sangat terbatas, terutama menyangkut lahan yang tidak memadai lagi.
“Masih ada persoalan, termasuk lahan yang rencananya ruislag (tukar menukar) dengan TNI belum terlaksana,” kata dr. Mukhtar Haris, kepada anggota Komisi VI DPR Aceh di ruang pertemuan RSUD Bireuen, Jumat, 29 Juli 2016.
Ia menjelaskan, pihaknya saat ini belum terlalu berani mengusulkan program untuk pengembangan rumah sakit, karena adanya renana Pemerintah Aceh untuk pembangunan rumah sakit regional di beberapa daerah di Aceh.