BANDA ACEH Pembantu Rektor Unsyiah Bidang Akademik, Alfiansyah Yulianur, memberikan dua opsi kepada mahasiswa yang berunjuk rasa di gedung rektorat, Senin, 12 Oktober 2015. Aksi ini dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Unsyiah terkait sanksi skorsing yang diberikan oleh rektorat kepada 10 mahasiswa Unsyiah pelaksana ospek.
Opsinya dua. Pertama kalian harus belajar dan evaluasi atas kejadian yang menimpat teman kalian. Kedua, jika kalian tidak terima, silakan angkat kaki dari kampus Unsyiah, kata Alfiansyah kepada mahasiswa yang sedang berdemo.
Jawaban dari Alfiansyah tersebut memicu emosi para demonstran. Mereka kemudian memaksa masuk ke dalam gedung rektor dan menuntut Samsul Rizal untuk menemui mahasiswa.
Rektor jangan jadi banci, keluar ke sini temui kami dan kita selesaikan masalah ini, kata salah satu demonstran melalui pengeras suara.
Seperti diketahui, sebanyak 10 nama dinyatakan tak bisa mengikuti lagi proses perkuliahan untuk sementara waktu di universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Hal itu terjadi karena beberapa nama tersebut dianggap melanggar peraturan dengan mengadakan temu ramah atau ospek yang sebelumnya dilarang oleh kampus di himpunan masing-masing.
Rektor Unsyiah menjatuhkan skorsing terhadap delapan mahasiswa FISIP yang melanggar peraturan nomor: 2670/UN11/KM/2015 pada tanggal 10 Juni 2015. Nama tersebut di antaranya:
1. Puja Dias Chandara Octanto, Ketua Himapol (Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik).
2. Muhammad Rizal, Ketua Panitia Pelaksana pada Himapol.
3. Iwan Sunaria, Ketua Himakasi (Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi).
4. Rahmat Haikal, Ketua Pelaksana pada Himaksi.
5. Hendra Gunawan, Ketua Himasio (Himpunan Mahasiswa Sosiologi)
6. Fauzan Adhima, ketua pelaksana pada Himasio
7. Ardiansyah, Ketua Himapan (Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan)
8. T. Dzaki Putra F, Ketua Pelaksana pada Himapan
9. Ichwan Azmi Ketua Himpunan Mahasiswa Psikologi
10. Muhammad Ayita Bahar, Ketua Panitia Acara Temu Ramah Mahasiswa Psikologi.[](bna)