TAKENGON – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Aceh Tengah seharusnya diarahkan sehingga mampu mengelola dan mengembangkan industri kopi. Terlebih Aceh Tengah saat ini bersama dengan Kabupaten Bener Meriah dan Gayo Lues menjadi kawasan terluas tanaman kopi Arabica hingga mencapai lebih 100 ribu hektar.
Hal tersebut dikemukakan oleh Praktisi Kopi Gayo, Montazeri, yang menilai pentingnya peran lembaga SMK untuk mengkaji dan mengaplikasikan industrialisasi kopi.
“Dataran tinggi Gayo ini lumbung kopi, sehingga sebagai daerah produsen banyak yang bisa diolah dari tanaman kopi,” kata Montazeri, seperti siaran pers yang dikirim oleh Humas Pemkab Aceh Besar, Kamis, 15 Oktober 2015.
Dia mengatakan seiring dengan berubahnya trend kopi menjadi gaya hidup, seharusnya dimanfaatkan oleh pemerintah daerah, dalam hal ini dinas pendidikan untuk mengarahkan SMK dalam segala seluk beluk kopi.
“Jangan lagi SMK cuma ikut kurikulum yang ada, misalnya untuk pelatihan menjahit, memasak dan keterampilan-keterampilan umum lainnya. Ayo mulai dengan keterampilan pengolahan kopi pascapanen,” ujarnya.