LHOKSUKON – Muchri, 35 tahun, warga Gampong Kuta Blang, Kota Lhokseumawe yang kedapatan mencuri di rumah guru pengajian mengaku sedang dalam kesulitan ekonomi. Ia mencuri untuk membayar hutang plus bunga kepada salah seorang rentenir di Kota Lhokseumawe.

“Ekonomi keluarga kami sangat buruk. Beberapa waktu lalu istri saya terpaksa meminjam uang kepada rentenir untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Anak saya yang perempuan juga sedang menuntut ilmu di dayah. Rentenir itu terus-menerus datang ke rumah menagih utang plus bunga yang membengkak. Saya tidak tau harus mencari uang dari mana lagi, makanya nekat mencuri,” kata Muchri sambil menangis sesegukan saat ditemui portalsatu.com di Polsek Lhoksukon.

Ia mengaku nekat berangkat ke Lhoksukon hanya dengan bermodalkan uang Rp 11.500 di saku celana. Karena ketiadaan dana ia tidak berniat membeli barang bekas dari masyarakat, melainkan dengan memungut dan mengumpulkan sendiri.

“Saat sedang mencari barang bekas di belakang rumah (Teungku Sulaiman) itu, saya melihat pintu belakang bolong. Sesaat muncul niat saya untuk mencuri karena memang sedang butuh uang,” ujarnya.

Secara kebetulan di belakang rumah itu terdapat sebilah parang yang digunakan untuk mencongkel pintu. Setelah berhasil masuk, ia pun mengambil dua tabung gas melon dan sebuah mesin air. Tak lama berselang aksinya ketahuan oleh warga setempat.

“Saya menyesal, saya khilaf karena terlilit utang pada rentenir,” katanya sambil terus menangis.

Di lokasi yang sama, Teungku Sulaiman, 42 tahun, warga Gampong Pante sekaligus korban mengatakan, saat kejadian rumahnya dalam kondisi kosong. Dia mengetahui peristiwa itu saat masuk ke dalam rumah dan melihat tabung gasnya hilang.

“Saya lihat ada jejak sepatu di dapur bagian belakang. Saya cek ternyata dua tabung gas dan mesin air telah raib. Kata warga ada maling yang masuk ke rumah saya,” katanya.[](bna)