LANGSA – Polres Langsa sedang menyelidiki kasus jembatan di Hutan Kota Langsa yang ambruk pada Sabtu lalu hingga membuat seratusan warga jatuh ke sungai buatan.
Masih dalam penyelidikan. Rencana kita panggil kontraktor pelaksana jembatan gantung itu hari ini, namun saat bersamaan ada peresmian kantor DPRK Langsa, jadi dia (kontraktor) menghadiri acara tersebut, sehingga jadwalnya kita undur, kata Kapolres Langsa AKBP Sunarya SIK melalui Kasat Reskrim AKP Pradana Aditya Nugraha dihubungi portalsatu.com, Senin, 28 Desember 2015.
Pradana Aditya menyebut pihaknya menyelidiki terkait spesifikasi konstruksi jembatan gantung itu. Kita akan melihat teknis bangunannya atau konstruksinya. Kita awali dari dokumen (proyek), kemudian meminta keterangan pihak-pihak terkait, baik kontraktor pelaksana maupun pengawas dan pihak lainnya yang terkait dengan proyek ini, ujarnya.
“Saat ini masih dalam tahap penyelidikan, jika ada temuan fakta-fakta nanti akan kita ekspos. Kalau ada dugaan tindak pidana tentu akan diproses, kata Pradana Aditya lagi.
Namun, Pradana Aditya menjelaskan, dugaan awal ambruknya jembatan gantung itu akibat jumlah warga yang berada di atas jembatan melebihi kapasitas. Kapasitasnya 40 orang, tapi pada saat kejadian warga diperkirakan seratusan lebih, sehingga tali seling jembatan putus dan membuat banyak warga kecebur dalam sungai buatan itu, sebagian terluka, ujarnya.[](idg)