SIGLI – Puluhan karyawan Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Sigli Kabupaten Pidie menuntut pihak perbankan yang memiliki rekening Yayasan Unigha segera membuka kembali pemblokiran, dalam sebuah unjuk rasa di Sigli, Senin 28 Desember 2015.

Para peserta bergerak mulai dari Bank Aceh, BRI Cabang Sigli sejak pukul 9.30 WIB. Dengan menggunakan pengeras suara para orator mengatakan bahwa sudah 8 bulan rekening Yayasan Pembangunan Kampus Unigha diblokir pihak perbankan sehingga berdampak buruk bagi seluruh kegiatan Civitas Akademika di Unigha.

Koordinator aksi Syawal yang juga seorang karyawan Unigha meminta kepada pimpinan bank untuk menemukan pihaknya guna menjelaskan alasan pemblokiran rekening belum berakhir hingga saat ini.

“Kondisi ini berdampak negatif pada kegiatan belajar mengajar, terhambatnya proses Administrasi kampus,” ungkapnya di depan jalan depan Bank Aceh.

Kaifan Sasmita dan karyawan lainnya mengatakan, pemblokiran rekening bank mengancam proses pendidikan dan mutu Unigha sehingga merugikan ribuan masyarakat Pidie yang sedang menuntut ilmu pada kampus Unigha.

“Kami menilai pemblokiran yang dilakukan pihak bank tanpa alasan jelas, terindikasi adanya permainan dalam pengelolaan Yayasan Pembangunan Kampus Jabal Ghafur dan Unigha,” katanya yang disambut yel-yel peserta aksi.

Dia menilai pemblokiran merupakan pengangkangan terhadap Undang-undang Pendidikan Sisdiknas. Tidak mendukung terhadap pendidikan yang bermutu dalam mencerdaskan anak bangsa dan tidak terpenuhi haka-hak karyawan Unigha.

Para pengunjuk rasa beraksi di depan Bank Aceh, depan Bank BRI, Bank BNI, dan berakhir di Gedung DPRK Pidie, lalu mereka membubarkan diri secara tertib.[](tyb)

Laporan Zamah Sari