SIGLI – Koordinator Pidie Transparasi Anggaran (PiTA), Ismail Von Sabi, meminta seluruh kepala sekolah (Kepsek) di Kabupaten Pidie agar mengelola dana sekolah secara transparansi. Hal ini perlu dilakukan agar dana pendidikan tepat sasaran, sehingga tidak terjadi penyewengan. 

Ismail Von Sabi mengatakan itu kepada portasatu.com, Kamis, 15 Oktober 2015, berkaitan dilaksanakan pelatihan Bintek antikorupsi kepada seluruh Kepsek di Pidie, dua hari lalu. 

“Kita berharap adanya perubahan dalam pengelolaan dana pendidikan agar benar-benar digunakan tepat sasaran dan terhindar dari jeratan hukum,” kata Ismail Von Sabi. 

Setiap menjalankan program penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), menurut Ismail, perlu dilibatkan semua pihak terkait termasuk komite sekolah. Keterlibatan pihak terkait merupakan kewajiban agar pengelolaan dana tepat sasaran demi peningkatan mutu pedididikan sesuai program pemerintah.

 “Jangan sampai salah menafsirkan dan BOS itu hanya untuk kepentingan ‘bos’ atau suka-suka ‘bos’. Itu tentunya sangat berpotensi terjadi korupsi,” kata aktivis antikorupsi ini.
 
Dia mengapreasiasi pemikiran Kepsek di Pidie yang mulai sadar akan pentingnya keterbukaan dalam pengelolaan dana pendidikan, sehingga mereka berinisiatif membuat Bintek antikorupsi. 

“Ini merupakan satu langkah baik menuju peningkatan mutu pendidikan di daerah. Tentunya semua pihak perlu memberikan dukungan terhadap niat baik dari para kepala sekolah di Pidie,” ujar Ismail.  [] (mal)