BANDA ACEH – PT PLN (Persero) Wilayah Aceh menjamin pasokan listrik bagi setiap investor yang akan menanamkan modalnya, karena provinsi itu sudah swasembada listrik.

“Investor tidak perlu khawatir lagi untuk menanamkan modalnya di Aceh, karena pasokan listrik tidak ada masalah lagi, karena Aceh sudah swasembada listrik,” kata General Manager PLN Wilayah Aceh Bob Saril pada wartawan di Banda Aceh, Kamis.

Dikatakan, beban puncak listrik di Aceh saat ini 260 MW, sementara daya listrik yang ada saat ini mencapai 350 MW lebih, sehingga ada surplus listrik. “Kelebihan inilah akan kita pasarkan untuk industri-industri baru di Aceh,” katanya.

Dikatakan, PT PLN juga akan terus membangun pembangkit listrik di daerah, seperti yang sedang dibangun di PLTA Peusangan dan PLTU Nagan Raya, serta di Arun Lhokseumawe sekitar 185 MW, sehingga ke depan kelistrikan di Aceh semakin mandiri.

Ia menyatakan, ke depan kelistrikan merupakan pilar utama yang harus dikembangkan untuk memajukan ekonomi suatu daerah, karena setiap investor yang ingin membangun industri, maka hal utama yang dibutuhkan ketersediaan listrik.

“Untuk listrik Aceh sudah siap. Saya akan mendatangi langsung kepada investor yang ingin masuk Aceh dan saya katakan bahwa pasokan listrik tidak ada masalah,” ujarnya.

Ia menyebutkan sudah ada rencana investor yakni PT Semen Indonesia yang akan membangun pabrik di Kabupaten Pidie dengan membutuhkan listrik 50 MW.

Bob Saril juga menyatakan, PLN Aceh ke depan akan membangun transmisi yang saling berhubungan mulai dari pantai barat selatan, timur utara dan kawasan tengah Aceh.

Pada bagian lain, ia juga menyatakan, PT PLN Aceh akan terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

Untuk pelanggan besar dan pelanggan yang ingin menambah daya, sekarang tidak perlu lagi ganti meteran, dari meteran lama ke meteran prabayar.

PLN katanya, akan memberikan pilihan kepada pelanggan, apakah ingin tetap dengan meteran yang lama, atau ganti ke meteran prabayar.

“Pilihan itu kita berikan untuk pelanggan besar, karena sekarang ini, Kwh meter yang kecil sudah diproduksi lagi oleh pabrikan, yang masih ada itu Kwh meter yang besar dan industri,” jelas Bob Saril.

Selain itu, untuk meningkatkan pelayanan, PLN Aceh saat ini sedang “memerangi” pemadaman, khususnya bagi masyarakat Aceh yang mayoritas Islam, pada waktu-waktu shalat lima waktu. | sumber: antara