LHOKSEUMAWE Terpilihnya TA Khalid sebagai bakal calon wakil gubernur/pendamping bakal calon gubernur Muzakir Manaf atau Mualem, diprediksi oleh pengamat akan membuat peta politik pilkada Aceh 2017 semakin menarik.
Pasalnya, Mualem dinilai menjadi aktor utama di Aceh yang mendukung pendiri Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon Presiden RI saat Pilpres lalu. Dan, TA Khalid yang adalah Ketua Partai Gerindra Aceh dinilai sebagai anak emasnya Prabowo. Jika kemudian Jokowilawan Prabowo pada Pilpres lalu dan kini menjadi Presiden RImendukung salah satu kandidat gubernur selain Mualem, pengamat menyebut tidak menutup kemungkinan akan terjadi pertarungan Prabowo Vs Jokowi jilid II di pilkada Aceh 2017.
Kepala Pusat Studi Sosial, Politik dan Ekonomi Unimal Anismar, M.Si., mengatakan, keputusan Ketua Umum Partai Aceh (PA) Mualem memilih TA Khalid menunjukkan sebuah situasi yang selama ini sudah diprediksi banyak pihak. Walaupun Mualem sering ngomong bahwa dia sedang mencari calon pendamping, sosok yang tepat, tapi memang publik menilai (pilihan) ini akan terjadi. Beberapa bulan yang lalu sudah diprediksi ini akan terjadi, duet ini (Mualem-TA Khalid), dan kini (prediksi itu) terbukti, kata Anismar menjawab portalsatu.com di Lhokseumawe, 3 Juni 2016, sore.
Menurut Anismar, publik selama ini tidak hanya melihat kedekatan TA Khalid dengan Mualem, akan tetapi juga keakraban Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat itu dengan pendiri Partai Gerindra, Prabowo. Saya melihat karena kedekatan Mualem dengan sosok Prabowo, sehingga dia sangat hati-hati melihat arah perpolitikan ke depan. Sebagaimana kita ketahui, Mualem juga tokoh utama di Aceh ini yang mendukung Prabowo dalam Pilpres kemarin. Pengalaman ini juga akan berlangsung ke depan saya lihat, ujar magister komunikasi lulusan Unpad Bandung ini.
Di samping itu, Anismar melanjutkan, dari sisi politik PA sebagai partai lokal (parlok) di Aceh mencoba merapat dengan partai politik nasional atau parnas lantaran Mualem menyadari bahwa Aceh harus dibangun secara bersama-sama antara kekuatan parlok dan parnas. Sebab, kata dia, untuk membangun Aceh lebih maju ke depan butuh dukungan Jakarta, sehingga Mualem memilih kader parnas sebagai bakal calon wakil gubernur.
Pengamat sosial dan politik Dr. Nirzalin, M.Si., mengatakan, ia tidak kaget ketika Mualem memilih TA Khalid. Karena kedekatan (Mualem) dengan Prabowo selama ini, itu satu sinyal yang sangat terang benderang bagaimana Prabowo begitu mewarnai Mualem, terutama dalam satu periode terakhir, kata Nirzalin menjawab portalsatu.com di Lhokseumawe, 4 Juni 2016, siang.
Menurut Nirzalin, Mualem merasa sangat butuh orang kuat di Jakarta untuk bisa membangun Aceh. Dalam analisisnya, orang kuat itu sekarang yang dekat dengan dia, (yaitu) Prabowo. Karena itu, dia tidak punya pilihan, maka dia ke parnas, ujar akademisi Fisip Unimal ini.
Tapi ini menarik, jika seandainya Jokowi juga main nanti. Sekarang kita tinggal menunggu, Jokowi ke siapa dukungan politiknya? Dan kemudian jika orang yang diberi dukungan oleh Jokowi bisa mengambil dukungan itu sebagai citra politiknya, ini akan terjadi kontestasi yang lumayan dimakan di publik. Karena semua orang di Aceh ini paham bahwa ketika kita membangun Aceh, tidak mungkin tidak ada uluran tangan (Pemerintah) Pusat, kata Nirzalin lagi.