SIGLI – Dr. Sukro Muhab dari Kemendikbud menyebut program integrasi muatan lokal berbasis Islam baru pertama ada di Indonesia, yaitu Kabupaten Pidie. “Sedangkan daerah lain, mereka mengejar perkembangan teknologi,” kata Sukro Muhab pada simposium integrasi muatan lokal, di Op Room Setdakab Pidie, Kamis, 10 Desember 2015.

Sebelumnya, dalam pidato pembukaan acara itu, Wakil Bupati Pidie M. Iriawan, S.E., menyampaikan, kegiatan integrasi muatan lokal (mulok) yang berbasis Islam, merupakan salah satu visi dan misi Bupati/Wakil Bupati H. Sarjani Abdullah dan M. Iriawan, S.E., terkait peningkatan sumber daya manusia (SDM).

M. Iriawan mengatakan, Pemerintah Pidie berupaya dengan serius menjalankan apa yang telah dijadikan konsep selama kepemimpinan mereka (Sarjani-M.Iriawan).

Koordinator kegiatan, Maddan, S.E., M.Si., dalam laporannya mengatakan, simposium tersebut dihadiri oleh pemateri dari Kemendikbud Dr. Sukro Muhab dan Kemenag Jakarta Dr. Suwandi. Adapun pemateri dari Banda Aceh adalah Dr. Husaini Ibrahim, M.A., dan Prof. H. Warul Walidin, M.A.

Usai seremoni, dilanjutkan presentasi oleh Tim Penyusun Draf Naskah Integrasi Muatan Lokal setempat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Rektor Unsyiah, UIN, MPD, MAA, dan tokoh adat dan budaya. Peserta sebanyak 100 orang terdiri dari kepala SKPK, tokoh pendidikan, pimpinan PTS, baik dari Provinsi Aceh maupun Kabupaten Pidie.[] (*sar)