BANDA ACEH – Lembaga Peusaboh Budaya Aceh (Peusaba) memperingati Haul ke 500 Sultan Syamsu Syah dan Haul ke 444 Sultan Alaidin Perak di Kompleks Po Teumeureuhom Lamteh, Ulee Kareng, Selasa, 10 November 2015. Peringatan haul ini juga dilakukan bersamaan dengan haul komunitas yang terdiri dari beberapa lembaga pecinta sejarah sekaligus memperingati Hari Pahlawan.
“Haul ini dilaksanakan bertepatan dengan hari pahlawan disebabkan dua raja ini dapat dikatakan sebagai pahlawan pejuang Islam yang anti imperialisme asing,” ujar Ketua Peusaba Aceh, Mawardi Usman kepada portalsatu.com.
Dia mengatakan Syamsu Syah adalah sultan yang memimpin kerajaan Meukuta Alam pada 881 Hijriah atau 1475 Masehi. Dia juga sultan yang memproklamirkan penerapan hukum Islam dalam sistem pemerintahannya.
“Apapun yang tidak sesuai dengan syariat Islam dimodifikasi, yang berat dihilangkan sebab bertentangan dengan hukum Islam,” katanya.
Sementara Sultan Alaiddin Perak yang berkuasa pada 1579 hingga 1585 merupakan Sultan Aceh putra keturunan Melayu. Pada masanya banyak ulama besar Islam dari seluruh dunia datang ke Aceh.
“Sultan ini amat adil lagi sangat bertaqwa. Beliau menyuruh rakyat salat berjamaah, memakai surban, puasa sunat dan lain-lain,” katanya.
Dia berharap dengan memperingati haul ini, masyarakat Aceh khususnya, dan Indonesia umumnya, menyadari bahwa sejak lama Indonesia merupakan tempat lahirnya para pahlawan besar.
“Acara ini diisi dengan kajian sejarah kehidupan dua sultan yang salih dan adil serta dilengkapi dengan kuliner khas Aceh kanji Ashura. Peusaba terus berusaha melestarikan nilai-nilai dan khazanah Aceh dalam rangka menunjukkan indentitas khas masyarakat Aceh,” katanya.[]