BANDA ACEH Pengamat Ekonomi Unsyiah Rustam Effendi menilai peruntukan alokasi anggaran daerah di Aceh (APBA dan APBK) selama ini tidak tepat sasaran. Pasalnya, anggaran lebih banyak digunakan untuk hal-hal konsumtif, bukan kegiatan produkif yang bisa membangkitkan perekonomian Aceh.
Ekonomi kita (Aceh) saat ini paling jelek. Bahkan, sejak empat tahun lalu lebih jelek, semuanya di bawah target RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) Aceh. (Realisasi pertumbuhan perekonomian) semuanya di bawah angka yang dipatok dalam RPJM,” kata Rustam Effendi diwawancarai portalsatu.com di Warung Kopi Solong Ulee Kareng, Banda Aceh, Selasa, 21 Maret 2017, sore.
Rustam memaparkan target dan realisasi pertumbuhan perekonomian Aceh nonmigas. Tahun 2013 target 6,5 persen, realisasi 4,15 persen. Tahun 2014 target 6,7 persen, realisasi 4,02 persen. Tahun 2015 target 6,8 persen, realisasi 4,27 persen. Tahun 2016 target 7,2 persen, realisasi 4, 31 persen.
Semuanya (realisasi) di bawah target yang dipatok dalam data RPJM Aceh 2012-2017. Perekonomian kita sangat jelek. Yang nganggur (pengangguran) bertambah, baik di kota maupun di desa bertambah. Ini menjadi bahan (evaluasi) untuk kita, ujar Rustam.
Rustam menilai Aceh mesti memperbaiki srategi perekonomian. Kalau seperti ini strateginya tidak akan berhasil. Aceh strategi ekonominya lemah, tidak menggigit. APBA alokasinya harus betul, jangan hanya sifatnya bansos (bantuan sosial) atau hibah. Alokasi (anggaran) harus diperbaiki, katanya.