BANDA ACEH Ketua DPRK Banda Aceh, Arif Fadillah, menyebutkan ada ketidakseriusan pihak pemerintah kota dalam menangani permasalahan yang terjadi. Hal tersebut disampaikan Arif menyikapi kemacetan air bersih yang hingga kini belum kunjung selesai di ibu kota Aceh ini.
Ya, itu kan masalah kebocoran pipa yang tidak tertangani secara maksimal itu. Artinya pemerintah seperti ini kita katakan kurang serius menanggapi keluhan masyarakat kekurangan air bersih, kata Arif Fadillah, Rabu, 15 Maret 2017 malam.
Arif Fadillah mengatakan DPRK Banda Aceh akan terus memantau kinerja pemerintah kota dalam penanganan air bersih tersebut.
Pipa-pipa (PDAM) sudah mulai kita lihat di beberapa kecamatan. Jadi kita coba lihat sistem dari pemerintahan kota dalam penanganan penanggulangan krisis air minum yang terjadi di beberapa daerah itu, kata Arif Fadillah.
Kalau kita lihat, misalnya, tidak serius, ya kita panggil nanti Direktur Tirta Daroy-nya, katanya lagi.
Upaya meminimalisasi kekurangan air bersih dengan menggunakan mobil tanki dinilai sebagai terobosan yang bagus. Akan tetapi, menurutnya, solusi tersebut tidak bisa digunakan selamanya.
Cara seperti itu tidak bisa diandalkan. Cara yang paling tepat adalah menangani permasalahan pembocoran pipa tersebut, dan kita lihat upayanya sudah mulai ada, katanya lagi.[] (*sar)