LHOKSUKON Rasa khas belimbing sayur yang asam membuat buah ini kurang diminati dan hanya dimanfaatkan untuk sayuran. Di tangan mahasiswa yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 14, di Gampông Paya Leupah, Kecamatan Simpang Kramat, Aceh Utara, belimbing sayur yang asam itu “disulap” menjadi manisan belimbing.
Menurut Darmiati, Ibu PKK gampông setempat, belimbing merupakan salah satu pohon pokok yang dimiliki oleh warga Gampông Paya Leupah sejak dulu. Buahnya yang banyak dan mudah tumbuh di mana saja membuatnya tidak begitu istimewa. Apalagi tidak harus menunggu musim, buah belimbing tidak pernah berhenti berbuah.
Selama ini buah belimbing hanya dimanfaatkan masyarakat untuk pembuatan asam sunti, dengan pengetahuan, kini buah asam ini dapat diolah menjadi manisan segar. Rasanya hampir sama dengan kismis (anggur kering), namun tekstur buahnya terlihat seperti kurma, kata Dina Fadhilla, salah seorang mahasiswa KKN yang memotivasi ibu-ibu desa itu, dalam siaran pers diterima portalsatu.com, Rabu, 15 Maret 2017.
Kata Dina, pelatihan manisan belimbing tidak hanya diikuti oleh kaum ibu, anak-anak gadis Gampông Paya Leupah juga antusias untuk melihat dan mempraktikkan langsung cara pembuatan manisan belimbing.
Dina menyebutkan bahan yang dibutuhkan sederhana sehingga mudah untuk dibuat.
Bahan-bahannya terdiri dari belimbing, gula pasir, kapur, dan sodium metabisulfit (pg). Adapun cara pembuatanya, bersihkan terlebih dahulu belimbing dengan sedikit memotong pangkalnya. Setelah dicuci, belimbing direndam dengan air kapur dan sodium metabisulfit selama dua jam. Kemudian dicuci bersih dan disangrai dengan gula pasir hingga mencair dan didiami selama sekali dua puluh empat jam. Tiriskan manisan belimbing dan jemur supaya manisan terasa renyah dan lebih enak.
Pelatihan manisan belimbing ini dilaksanakan dengan tujuan agar masyarakat, khususnya kaum hawa, dapat memanfaatkan tanaman yang ada di sekitar rumahnya, lebih inovatif dan mandiri sehingga manisan belimbing dapat dijadikan sebagai salah satu peluang untuk berwirausaha, sebut Dina.[] (*sar)