TERKINI
NEWS

Pawang Laôt: Neutulông Peugah Siat bak Bupati Aceh Timu, Neuyue Saweu Kamoe

Dia mengatakan, masyarakat Kuala Simpang Ulim bakal menggelar kenduri laôt pekan depan.

IRMANSYAH D GUCI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.5K×

IDI RAYEK – Gampông Kuala Simpang Ulim berada di bagian pantai wilayah Timur Aceh. Jika kita lalui dari Kota Simpang Ulim menempuh jarak sekitar 12 kilometer. Mayoritas penduduk di sana berprofesi sebagai nelayan dan petani tambak.

Saat wartawan portalsatu.com berkesempatan berkunjung ke sana, banyak keluh kesah warga yang disamapaikan. Salah satunya adalah kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari.

“Ikamoe hinoe yang brat that kendala nyan keuh ie yang hana gléh (kami terkendala air bersih),” ujar salah satu tokoh Gampông Pawang Laôt Kuala Simpang Ulim, Hasbi, saat diwawancarai oleh portalsatu.com, Jumat, 23 Oktober 2015.

Dia mengatakan masyarakat Kuala Simpang Ulim harus mengeluarkan uang sekitar Rp15 ribu per jeriken untuk membeli air bersih setiap harinya, padahal di daerah tersebut tersedia saluran PDAM.

“Na bantuan pipa ie, tapi han jeut tagunakan. Hana ilé ie (ada bantuan pipa air, tetapi sama aja tidak bisa digunakan. Airnya tidak mengalir,” katanya.

Hasbi mengatakan, wilayahnya luput dari perhatian Pemerintah Kabupaten Aceh Timur. Jangankan berbicara bantuan, kunjungan pejabat ke daerah tersebut sama sekali belum pernah. 

“Neutulông peugah siat bak Bupati Aceh Timur neuyue saweu kamoe yang i bineh laôt, walau hana geubi bantuan, geusaweu mantong ka jeut (tolong katakan pada Bupati Aceh Timur untuk mengunjungi kami yang di pesisir ini. Walau tidak ada bantuan, dikunjungi saja sudah cukup),” ujarnya.

Dia mengatakan, masyarakat Kuala Simpang Ulim bakal menggelar kenduri laôt pekan depan. Dia sangat berharap kepada Pemerintah Aceh Timur dapat menghadiri kegiatan ini. 

“Tameulakèe ureung-ureung pemerintah beu geutém jak, karena adat nyoe beu geutém hargai walaupun hana pèng (kita meminta pihak-pihak yang bekerja di pemerintahan bersedia datang, karena adat ini harus dihargai walaupun tidak memiliki dana),” ujarnya.[](bna/*sar)

IRMANSYAH D GUCI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar