TERKINI
NEWS

Niazah Buka Gebyar Seni Islami

Ummi Niazah juga menekankan pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), terutama dalam merangsang pertumbuhan jasmani dan rohani.

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 878×

BANDA ACEH – Bunda PAUD Aceh, Hj Niazah A Hamid, membuka secara resmi Gebyar Pendidikan Islami dan Pentas Seni Kreativitas Anak Usia Dini, di Museum Aceh, Banda Aceh, Kamis, 22 Oktober 2015 pagi.

Pembukaan pentas seni bertajuk ‘cerdas, kreatif dan berakhlak mulia’ ini ditandai dengan pemukulan rebana. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan mars bunda PAUD yang sekaligus diiringi dengan penyerahan piala bergilir kepada panitia pelaksana.

Didampingi Hj Marlina Usman, Niazah yang mengenakan seragam berwarna orange kombinasi biru pink, turut memperagakan teknik dasar mewarnai di atas lukisan kanvas besar. “Anak-anak, memegang kuasnya jangan terlalu kaku ya,” katanya seperti rilis yang dikirim oleh Biro Humas Pemerintah Aceh.

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan objek wisata Museum Aceh ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh Hasanuddin Dardjo, Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh HM Ali Alfata, perwakilan unsur Forkopimda Aceh, pejabat Kanwilkemenag Aceh, Ketua dan Sekretaris Pokja Bunda PAUD Aceh, Hj Marlina Usman, Hj Syamsiarni, Hj. Mauizah Wahab, perwakilan Bunda PAUD daerah, guru-guru PAUD dan tamu undangan lainnya.

Niazah A Hamid atau yang akrap disapa Ummi Niazah, berharap kegiatan gebyar seni islami dapat memotivasi anak usia dini agar mereka lebih mengenal dunia pendidikan dan agama Islam. Ajang kreativitas yang berlangsung meriah ini juga dinilai sebagai wahana pembentukan sikap, mental, perilaku dan akhlak sesuai dengan nilai-nilai agama Islam dan tingkat perkembangan psykologis anak usia dini.

“Semakin awal pendidikan dan seni agama Islam ditanamkan pada anak, Insya Allah hasilnya akan lebih baik,” kata Ummi Niazah, yang juga istri Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah.

“Kegiatan ini juga berfungsi sebagai media dakwah dalam mendorong anak kita untuk unggul dalam berkompetisi, memiliki semangat persaudaraan dan jiwa sosial yang tinggi sebagaimana yang diajarkan dalam Islam,” kata sang Ketua Dekranasda Aceh ini.

Dalam sambutan singkatnya, Ummi Niazah juga menekankan pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), terutama dalam merangsang pertumbuhan jasmani dan rohani.

Ummi Niazah dalam kesempatan itu juga mengajak kerja keras semua pihak untuk mendorong agar PAUD terus dikembangkan hingga ke kawasan terpencil.

“Sehingga anak-anak Aceh usia 0 hingga 6 tahun bisa mendapat pendidikan, hal ini penting saya sampaikan, sebab tujuan pendidikan PAUD adalah agar anak tumbuh dan berkembang secara berkualitas sebelum memasuki pendidikan dasar,” ujar Niazah.

Dia mengatakan Pemerintah Aceh terus berupaya agar program PAUD bisa dilaksanakan merata sampai ke seluruh pelosok desa.

“Sehingga semua anak-anak kita berkesempatan mendapatkan pembelajaran dan mengasah dirinya sejak dini. Dari tahun ke tahun jumlah anak-anak Aceh yang memperoleh layanan PAUD terus meningkat. Tapi kita jangan berpuas diri, sebab masih ada sekitar 60 persen lebih anak-anak Aceh di usia itu yang belum memperoleh layanan PAUD terutama yang tinggal di kawasan pedesaan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Drs. Hasanuddin Darjo, MM melaporkan, sasaran kegiatan Pentas Seni dan Kreatifitas Anak Usia Dini dan Pentas Pendidikan Agama Islam adalah untuk memotivasi anak-anak agar rajin belajar dan lebih kreatif. Ia berharap para orang tua dan guru PAUD di Aceh agar terus berkomitmen dalam mendukung program dan kegiatan PAUD di Aceh.

“Sekaligus berpatisipasi aktif menyukseskan pentas kreativitas anak ini,” ujarnya.

Darjo mengatakan gebyar seni islami yang diikuti 360 putra-putri ‘cilik’ se-Aceh itu memperlombakan aneka kreativitas. Antara lain, seni melukis masjid, lomba azan, bacaan ayat-ayat pendek, lomba busana muslim, kisah cerita rakyat dan menyusun balok.[](bna)

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar