TERKINI
TAK BERKATEGORI

Oknum TNI-Polri Diduga Terlibat Pembunuhan Ketua Perindo

MEDAN - ?Oknum prajurit TNI dan Polri diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Gidion Ginting (44), Ketua Partai Perindo Medan Johor, di Pusat Pasar Medan pada…

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.3K×

MEDAN – ?Oknum prajurit TNI dan Polri diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Gidion Ginting (44), Ketua Partai Perindo Medan Johor, di Pusat Pasar Medan pada Jumat 19 Desember 2015. Mereka adalah Bripka JPS dan Kopda LS. Keduanya diduga kuat memukuli korban hingga meregang nyawa.

Abang kandung korban, Jere Pelita Ginting (46) mengatakan, pihaknya mengetahui keterlibatan kedua oknum aparat itu, dari para pedagang di Pusat Pasar Medan, yang menjadi saksi mata penganiayaan.

“Sepertinya mereka disuruh oleh orang yang ingin menghabisi nyawa adik saya, dan ini berlatar permasalahan dendam. Jadi, kami minta polisi tegas dan segera menangkap otak pelakunya. Jangan karena mereka aparat, mendapat perlakuan khusus. Ini kriminal Murni, semua kita sama di depan hukum,” ujar Jere, Sabtu (19/12/2015).

Sementara itu, Ketua DPC Partai Perindo Medan Dianto MS menyatakan, Polresta Medan harus mengusut tuntas kasus pembunuhan ini. Polisi harus mengungkap dan menangkap otak pelaku dibalik kasus tersebut.

“Kami merasa sangat terpukul dengan kematian korban. Sebab, korban merupakan kader terbaik untuk kecamatan se-Kota Medan. Untuk itu, kami meminta kepada aparat penegak hukum supaya segera menangkap para pelaku. Polisi tidak pandang bulu, siapapun itu orangnya,” ujar Dianto.

Dianto menegaskan, akan mengawal terus kasus yang menimpa kader terbaiknya. Bahkan, jika penanganan terkesan lambat dan otak pelaku tak terungkap, maka pihaknya akan mengambil langkah dengan melaporkan ke Mabes Polri.

“Kita akan membantu pihak keluarga korban untuk mengawal dan mendampingi dalam hal bantuan hukum. Kita akan terus kawal masalah ini sampai ke persidangan. Jadi, polisi jangan hanya menangkap eksekutornya saja tetapi otak pelakunya juga. Untuk itu, kita berencana melapor ke Mabes Polri agar turut melakukan pengawalan dan Kapolda Sumut jangan tinggal diam. Penanganan kasus ini harus diusut sampai tuntas tanpa pandang bulu,” jelas Dianto.

Sementara itu, Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi, yaitu keluarga korban, pedagang dan petugas keamanan Pusat Pasar Medan.

Saksi-saksi tersebut, di antaranya Jere Pelita Ginting (abang kandung korban selaku pelapor), Ariston Sembiring (adik ipar korban selaku saksi), Ripka Agustina dan Demak Sihite (pedagang selaku saksi). Kemudian, lima satpam, Defri Swandi, Joko Andiko, Rahmansyah Lubis, Suratno dan Aprillo.

Disinggung soal adanya keterlibatan oknum polisi dalam kasus ini, Mardiaz belum bisa memastikan. Namun, ia tak mengelak pihaknya mengambil keterangan Bripka JPS. “Pemeriksaan juga dilakukan terhadap terlapor, yaitu Bripka JPS. Sejauh ini belum ditetapkan tersangka dan masih berstatus saksi. Selain itu, kita juga berkoordinasi dengan petugas Denpom. Jadi, kasusnya sedang dalam penyelidikan dan terus didalami,” katanya.[] Sumber: okezone.com

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar