Bahasa buatan yang juga sempat menjadi perbincangan dalam usaha pembentukan bahasa universal adalah bahasa Novial. Pencipta bahasa ini adalah Otto Jespersen yang merupakan ahli bahasa dari Denmark. Ia pendukung penciptaan bahasa-bahasa buatan seperti Solresol, VolapÜk, Esperanto, dan Interlingua.
Diciptakan pada 1928, bahasa Novial, secara alamiah, masih lebih baik daripada Esperanto walaupun diakui bahwa Novial masih belum berhasil menghilangkan bentuk-bentuk infleksi kala lampau. Dasar penciptaan bahasa Novial adalah banyaknya masalah dengan bahasa Esperanto. Dengan Novial ia mencoba memecahkan masalah itu. Novial dirancang untuk mudah dipelajari dengan kosakata yang terutama diambil dari bahasa-bahasa Jermanik dan Roman, dan tata bahasa terutama berdasarkan pada bahasa Inggris.
Karena kemunculannya sebagai bahasa buatan yang terbaru ketika itu, bentuk bahasa buatan itu tidak diremehkan begitu saja. Di samping itu, Jespersen ialah seorang ahli bahasa kenamaan, terutama tata bahasa Inggris. Orang mungkin akan merasa heran bila ada seorang ahli bahasa kenamaan gagal dalam mendapatkan nilai-nilai bahasa yang diciptakannya.
Ciri yang tampak pada Novial antara lain ialah kata sifat berbentuk netral secara konseptual, dan berakhir um. Dari bentukan semacam itu, bentuk dasar Ver dapat menurunkan bentuk baru, yaitu verum yang artinya hakiki. Dalam tata bentukan yang agak menyimpang, Novial mengungkapkan hubungan kepemilikan dengan dua cara yaitu bentukan analitis dengan menggunakan partikel de dan bentukan sintesis dengan akhiran n sehingga bila bentuk Men patron kontore sebenarnya merupakan bentuk frase Novial dari frase yang berarti kantor ayah saya. Perlakuan yang diberikan oleh Jespersen sebenarnya mirip dengan teknik analisis yang diterapkan dalam bahasa Inggris ketika itu. Hal itu juga merupakan kelebihan yang dimiliki oleh bahasa buatan lain, Esperanto, bahasa Rusia, bahasa Lithuania, dan beberapa bahasa sulit yang lain.
Untuk mengacu ke waktu mendatang dan kalimat bersyarat digunakan verba bantu sal dan wud, sedangkan untuk kala lampau sempurna digunakan verba bantu ha dan had. Novial dalam hal tertentu cenderung menyimpang dari kaidah-kaidah yang berlangsung pada bahasa Inggris. Pangkal kata juga berfungsi untuk menunjukkan kala lampau sempurna, misalnya me protekte, dalam bahasa Inggris berarti I protected saya melingungi, me ha protekte berarti i have protected. Bentuk-bentuk itu kembali seperti pada kelas verba yang terdapat dalam bahasa Inggris, seperti cut, put, atau hurt tidak mengalami perubahan walau digunakan untuk kala yang bermacam-macam.
Dalam sistem penulisannya, bahasa Novial tidak menggunakan tanda aksen. Selain itu, vokal-vokal secara umum dilafalkan seperti pelafalan kata-kata dalam bahasa Spanyol dan Italia.
Seperti halnya Esperanto, Novial memiliki beberapa akhiran pengubah kelas kata yang dapat menurunkan kata bentukan. Namun, Jespersen sendiri merasa kesulitan dalam membedakan arti tiap-tiap suku itu. Banyak hal rumit ditemui dalam kaidah pemakaian Novial. Sebuah akhiran tertentu mungkin mengundang arti tindakan dan juga dapat berarti hasil dari tindakan itu.
Novial mengembangkan kosakata dengan cara memilih kata-kata tertentu yang digunakan secara internasional. Karena istilah yang diperlukan untuk memperkaya bahasa buatan itu cukup banyak, sedangkan istilah itu terbatas, Jespersen menggunakan metode eklektik dari para pendahulunya. Hasilnya merupakan gabungan dari beberapa unsur.
Ini contoh alfabet dan pelafalan bahasa Novial.

(http://www.omniglot.com/writing/novial.htm)
Penggunaannya dalam kalimat dapat dilihat pada paragraf berikut.
Un amiko de me kel had studia spesialim akulali kirurgia, examinad i nun vespre men vidpovo e informad me ke lum esed totim non- interessant a lo, pro ke lum esed normal.me naturim kredad ke lum signifikad ke lum esed simil o mono altren; mal o refusad ti interpretatione kom paradoksal, e hastosim explicad a me ke me esed optikalim exeptional e tre fortunosi persone, pro ke normali vido donat li povo tu vida koses akurati e tre fortunosi persone, pro ke normali vido donad lipovo tu vida koses akurati e ke nor dek pro sent del populer posesed to povo konter ke li restanti ninanti pro sent esed non-normal. Me instantim deskovrad li explikatione de men non-sukseso kom roman-autore. Men mental okuler kom men korporal okuler esed normal: lum vidad koses altriman kam li okules de altri homes, e vidad les plu boni.
Rincian bahasa Novial dapat dilihat dalam buku penciptanya Otto Jespersen An International Language. Pada 1930 ia menerbitkan Kamus Novial, Novial Lexike, yang memuat beberapa perubahan bahasa itu, dan modifikasi lanjutan diusulkan selama 1930-an.
Setelah kematian Jespersen pada 1943, Novial mati suri, tetapi selama 1990-an ada pembaharuan minat dalam bahasa ini.
Bersambung…[]
Sumber: Kristal-Kristal Ilmu Bahasa, 1995, Bambang Yudi Cahyono