VolapÜk merupakan bahasa buatan pertama yang dikembangkan berdasarkan prinsip a posteriori. Dibuat pada 1897 oleh pastur dari Bavaria, Jerman bernama Martin Schleyer. Bahasa aposteriori (a posteriori language) adalah bahasa buatan yang didasarkan atas unsur-unsur gramatika, kosakata, dan sintaksis yang diambil dari salah satu atau beberapa bahasa alamiah.
VolapÜk dibuat pada 1897 oleh pastur dari Bavaria, Jerman bernama Martin Schleyer. Ia menguasai tujuh puluh bahasa.
VolapÜk sendiri dapat diartikan sebagai bahasa dunia. Kosakatanya diambil dari bahasa Inggris, Prancis, Jerman, dan bahasa-bahasa Romanika dengan penekanan pada bahasa Jerman sebagai sumber dari pangkal-pangkal kata.
VolapÜk muncul saat orang terkesima dengan adanya ide untuk mewujudkan bahasa universal. Akibatnya, banyak orang berusaha mempelajari bahasa itu yang diciptakan sebagai bahasa dunia.
Organisasi Masyarakat Filsafat Amerika yang didirikan oleh Benjamin Franklin mendukung bahasa itu. Beberapa pasar swalayan di Paris pun memberikan kursus bahasa itu kepada para pramuniaga yang bekerja di pasar-pasar itu.
VolapÜk memiliki abjad yang terdiri dari delapan vokal dan dua puluh konsonan. VolapÜk memiliki empat kasus, yaitu nominatif, genitif, datif, akusatif. Variasi feminin dan maskulin dalam bahasa ini dibentuk dengan menambahkan prefiks ji, misalnya kalau blod berarti saudara laki-laki, jiblod berarti saudara perempuan. Adjektiva dibentuk dengan menambahkan sufiks ik, misalnya gud berarti kebaikan, maka gudik berarti baik.