TERKINI
GAYA

VolapÜk, Bahasa Universal Buatan untuk Dunia

Organisasi Masyarakat Filsafat Amerika yang didirikan oleh Benjamin Franklin mendukung bahasa VolapÜk. Beberapa pasar swalayan di Paris pun memberikan kursus bahasa itu kepada para pramuniaga yang bekerja di pasar-pasar itu.

M FAJARLI IQBAL Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.4K×

VolapÜk merupakan bahasa buatan pertama yang dikembangkan berdasarkan prinsip a posteriori. Dibuat pada 1897 oleh pastur dari Bavaria, Jerman bernama Martin Schleyer. Bahasa aposteriori (a posteriori language) adalah bahasa buatan yang didasarkan atas unsur-unsur gramatika, kosakata, dan sintaksis yang diambil dari salah satu atau beberapa bahasa alamiah.

VolapÜk dibuat pada 1897 oleh pastur dari Bavaria, Jerman bernama Martin Schleyer. Ia menguasai tujuh puluh bahasa.

VolapÜk sendiri dapat diartikan sebagai ‘bahasa dunia’. Kosakatanya diambil dari bahasa Inggris, Prancis, Jerman, dan bahasa-bahasa Romanika dengan penekanan pada bahasa Jerman sebagai sumber dari pangkal-pangkal kata.

VolapÜk muncul saat orang terkesima dengan adanya ide untuk mewujudkan bahasa universal. Akibatnya, banyak orang berusaha mempelajari bahasa itu yang diciptakan sebagai bahasa dunia.

Organisasi Masyarakat Filsafat Amerika yang didirikan oleh Benjamin Franklin mendukung bahasa itu. Beberapa pasar swalayan di Paris pun memberikan kursus bahasa itu kepada para pramuniaga yang bekerja di pasar-pasar itu.

VolapÜk memiliki abjad yang terdiri dari delapan vokal dan dua puluh konsonan. VolapÜk memiliki empat kasus, yaitu nominatif, genitif, datif, akusatif. Variasi feminin dan maskulin dalam bahasa ini dibentuk dengan menambahkan prefiks ji, misalnya kalau blod berarti ‘saudara laki-laki’, jiblod berarti ‘saudara perempuan’. Adjektiva dibentuk dengan menambahkan sufiks ik, misalnya gud berarti ‘kebaikan’, maka gudik berarti ‘baik’.

Dalam bahasa VolapÜk, verba memiliki satu konjungsi reguler dan pronomina persona yang ditunjukkan dengan sufiks, misalnya konjungsi kata yang berarti ‘mencintai’ adalah sebagai berikut: Saya mencintai bermakna löfob, kami mencintai bermakna löfobs, kamu mencintai berarti löfol, kalian mencintai berarti löfols.

Kosakata VolapÜk menggunakan kaidah pembentukan kata yang logis. Sufiks ‘av’ menunjukkan ilmu pengetahuan, misalnya lit berarti ‘cahaya’. Maka, ilmu pengetahuan tentang cahaya disebut ‘litav’.

Sufiks lain, äl digunakan untuk konsep-konsep abstrak atau spiritual, misalnya kap berarti ‘kepala’, maka kapäl berarti ‘intelegensi’, men berarti ‘manusia’, maka manal berarti ‘kemanusiaan’.

Kehadiran bahasa VolapÜk tidak lama sebab gramatikanya dipandang terlalu sulit. Sepuluh tahun kemudian dalam sebuah konferensi internasional, VolapÜk terbukti tidak dapat digunakan secara efektif ketika para penutur VolapÜk gagal berusaha menyampaikan video dalam bahasa itu, hingga akhirnya VolapÜk tenggelam.

Bersambung…[]

Sumber: Kristal-Kristal Ilmu Bahasa, 1995, Bambang Yudi Cahyono

M FAJARLI IQBAL
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar