BANDA ACEH – Kepala Bagian Litbang Kementrian ESDM, FX Sutijastoto, mengatakan peringatan Hari Nusantara adalah momentum untuk mensejahterakan nelayan.

“Momentum hari nusantara ini kita manfaatkan untuk membantu mansyarakat pesisir kita,” ujar FX Sutijastoto yang juga menjabat sebagai Pelaksana Harian Peringatan Hari Nusantara, dalam konferensi pers di Meuligoe Gubernur, Minggu, 6 Desember 2015.

Sutijastoto mengatakan nelayan di Indonesia, khususnya di Aceh, memiliki potensi besar untuk bersaing dalam pasar maritim di dunia. Tangkapan ikan nelayan Indonesia bahkan dinilai sudah melebihi ekspektasi pasar internasional.

“Nelayan kita bisa menangkap ikan tuna seberat 70 kilogram, tapi karena tidak ada pasar makanya jadi murah. Ikan tersebut hanya dibeli 15 ribu rupiah per kilogram. Mugkin kalau ada pasar, harganya bisa mencapai 10 kali lipat,” katanya.

Dia mengatakan bisnis perairan atau laut di Indonesia juga masih kekurangan pabrik es untuk menyimpan hasil tangkapan laut seperti ikan. Hal tersebut disebabkan karena pasokan listrik yang masih minim.

“Sebenarnya pabrik es tidak memerlukan energi listrik yang melimpah, namun harus stabil, dan beberapa investor luar juga sudah mulai tertarik. Mudah-mudahan dalam waktu yang dekat dapat terwujud,” kata Sutijastoto.[]