BANDA ACEH Wakil Gubernur Aceh, H Muzakir Manaf, mengimbau kepada seluruh atlet Aceh agar memanfaatkan olahraga sebagai sarana silaturrahmi dan mempererat persaudaraan. Selain itu, Wagub juga meminta agar para atlit tetap disiplin dalam berlatih demi menunjang prestasi di masa mendatang.
Hal tersebut disampaikan oleh pria yang akrab disapa Mualem itu dalam sambutan singkatnya saat membuka secara resmi Kejuaraan Sepakbola Muzakir Manaf Cup 2015 yang dipusatkan di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Senin, 21 Desember 2015.
Hanya dengan latihan serius dan kedisiplinan kita akan mampu untuk meraih semua yang telah kita cita-citakan, kata Wakil Gubernur.
Dalam kesempatan tersebut, Mualem juga berjanji akan memperjuangkan agar turnamen Sepakbola Muzakir Manaf Cup menjadi agenda tetap. Menurutnya ini diperlukan agar proses pembinaan atlet sepakbola di Aceh dapat berjalan lebih kompetitif dan berkesinambungan.
Wagub juga menceritakan sekilas tentang ide kejuaraan Muzakir Manaf Cup ini. Beberapa waktu lalu, Wagub mengaku didatangi oleh sejumlah pegiat olahaga di Aceh yang mengusulkan digealrnya kejuaraan sepakbola yang memperebutkan Piala Muzakir Manaf, yang kemudian disebut Muzakir Manaf Cup atau disingkat MMC.
Selama tidak berkaitan dengan politik atau kepentingan lainnya, saya tentu menyambut dengan suka cita usulan ini. Jika untuk memajukan olahraga di Aceh, apapun saya siap berkorban, kata Mualem.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum KONI Aceh tersebut merasa memiliki tanggung jawab besar untuk memajukan olahraga di Bumi Serambi Mekah ini. Di masa yang akan datang, Wagub berharap agar MMC menjadi salah satu event sepak bola bergengsi sekaligus sebagai wahana mencari atlet-atlet berbakat di Aceh.
Saya menyadari bahwa ada banyak anak Aceh memiliki bakat luar biasa di bidang sepakbola. Hal itu bisa kita lihat dari hasil kompetisi untuk anak usia dini. Tahun 2012 misalnya, anak-anak Aceh berhasil keluar sebagai juara nasional Danone Cup yang akhirnya membawa mereka mewakili Indonesia pada kejuaraan Danone 2012 di Polandia, katanya.
Di tingkat pelajar, lanjut Wagub, tim sekolah sepakbola pelajar Aceh beberapa kali mencatat prestasi gemilang di tingkat nasional. Tim sepakbola pelajar Aceh juga berhasil meraih juara nasional tahun 2015 pada kejurnas pelajar di Indonesia.
Fakta ini, menurut Wagub, telah menunjukkan bahwa Aceh menyimpan banyak bakat alami yang berkembang dan tersebar di seluruh Aceh, khususnya dalam bidang sepakbola. Wagub mengatakan seluruh stakholder terkait perlu bekerja keras dan melakukan pembinaan yang terstruktur agar bakat-bakat itu bisa muncul ke permukaan.
Setidaknya ada empat tahap yang harus dilakukan oleh pemerintah dan para pemangku kebijakan, yaitu memperbanyak kompetisi mulai dari desa hingga tingkat kabupaten/kota, mengasah dan membimbing mereka untuk memahami teknik sepakbola yang baik, kata Wagub.
Selanjutnya, Wagub juga meminta agar para pembina dan pelatih memberikan pengalaman bertanding sebanyak mungkin kepada para atlet sepakbola Aceh agar kemampuan mereka lebih tajam. Terakhir, Wagub meminta seluruh pihak terkait memberikan rangsangan kepada para atlet agar mengukir prestasi terbaik.
Rangsangan itu bisa dalam bentuk beasiswa atau apa saja. Semua itu kita lakukan dengan tujuan untuk mendorong mereka lebih ambisius dalam meraih cita-cita di bidang sepak bola, ujarnya.[](bna)