BANDA ACEH – Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Provinsi Aceh, Dr. Hamdani M. Syam mengatakan terkait perfilman Aceh pemerintah harus mengambil peran. Film Aceh katanya jangan hanya menjadi tontonan warga Aceh saja. Ia mengibaratkan mengapa orang Aceh bisa mengonsumsi film Jepang dan Amerika yang dari segi bahasanya sangat berbeda, idealnya film Aceh juga bisa menjadi konsumsi masyarakat luar.
Hal itu disampaikan Hamdari kepada portalsatu.com, usai pelantikan di Aula Prof. A Majid Ibrahim Kompleks Bappeda Aceh, Kamis, 26 November 2015.
Seperti kita ketahui, film Aceh juga sudah bagus dari segi konteksnya, paling tidak juga ditonton oleh negara yang bernuansa Islam lainnya seperti Brunei Darussalam, Malaysia dan negara lain, katanya.
Sebagai langkah pertama katanya, pihaknya akan melakukan konsolidasi pengurus dan membangun kerjasama apa yang patut dilakukan ke depan.
Salah satunya adalah ada tawaran program dengan Dispora Aceh dengan menawarkan program tentang sosialisasi penyalahgunaan narkoba melalui gerakan ke sekolah-sekolah, ujarnya.