BANDA ACEH – Ketua Umum Partai Aceh, H. Muzakir Manaf atau kerap disapa Mualem mensilahkan perwakilan partai politik nasional mengajukan masing-masing calonnya sebagai kandidat Wakil Gubernur di Pilkada 2017 mendatang. Hal ini disampaikan Mualem dalam pertemuan dengan pimpinan parpol dari Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) di Meuligoe Wakil Gubernur Aceh, Rabu, 16 Desember 2015.
Hadir dalam pertemuan ini Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Aceh Anwar Ahmad, Plt. Ketua Partai Golkar Aceh Yusuf Ishak, Ketua PPP Aceh Tgk. Faisal Amin, Ketua Partai Hanura Aceh Syafruddin Budiman, Sekum Golkar Aceh Muntasir Hamid, perwakilan Partai Demokrat Aceh Aswadi Hasbi Abdullah, Ketua PDA Tgk. Muhibbussabri, Sekretaris Umum Partai Aceh Pusat Win Rimba Raya, dan Ketua Umum Gerindra Aceh T. A. Khalid.
Mualem dalam sambutannya menyatakan ia mempercayai peran pimpinan partai nasional yang ada di Aceh untuk sama-sama mengambil kebijakan demi kebaikan di Aceh. Dia mengatakan jika memang pimpinan partai di Aceh merupakan perpanjangan tangan partai nasional di Pusat maka tentunya tidak ada keraguan dalam mengambil sikap demi kebaikan Aceh di masa mendatang.
Mualem juga mengatakan, Partai Aceh bisa saja mencalonkan Gubernur Aceh dan Wakil Gubernur Aceh dari kalangan internal di Pilkada 2017 mendatang. Tetapi, menurutnya, ada hal yang perlu ditanamkan yaitu kebersamaan.
“Nyan hasrat lon keudroe dan hasrat ureung-ureung di Aceh man mandum untuk merapatkan barisan demi Aceh yang lebih baik. Jadi hana tajak lagè baroe kon, jak sidroe, peugah droe sidroe, oh trok keudeh u Pusat cok kayè tik lam tong broh,” kata Mualem.
Mualem mengatakan, mengusung pemimpin Aceh di masa mendatang membutuhkan persatuan dan kesatuan dari seluruh elemen politik. Hal ini akan membuat efek yang lebih berat untuk Pusat jika segenap elemen di Aceh bersatu.
“Yakin han yakin, yang atra nyan ka deuh. Maka jih sikap nyoe keuh yang ta peugah beuno dari berbagai saran dan pendapat. Nyoe kheun istilah kamo, eh jeut meurangkaho ulè, tapi lumpo yang saboh,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Mualem juga mensilakan jika masing-masing partai nasional mengajukan calon pendampingnya atau kandidat wakil gubernur di Pilkada mendatang. “Paling tidak, meunyoe chit hana terpilih, jeut keu staf ahli atau staf khusus,” katanya disambut tawa para undangan.[] (bna)
