Namanya Sri Rejeki (15). Anak pasangan Mujiono dan Priyati ini merupakan siswi SMA Gatra Praja Kota Pekalongan. Hidup dalam keterbatasan ekonomi tak mengungkung cita-citanya menjadi akuntan.
Sri — demikian gadis itu biasa dipanggil — dan keluarganya tinggal di Kelurahan Pantaisari, Kecamatan Pekalongan Utara, Pekalongan, Jawa Tengah. Kondisi rumahnya sangat memprihatinkan. Rumah berukuran 4×4 meter itu bocor saat turun hujan. Kondisi ini diperparah bila air laut naik atau rob. Air leluasa masuk rumah.
Alas lantai rumah keluarga Sri hanya beralaskan tanah. Tampak tidak nyaman. Bahkan bisa dikatakan tidak laik untuk ditinggali
Di tengah keterbatasan, semangat Sri Rejeki berlipat ganda. Sepulang sekolah, dia membantu ibunya memulung barang bekas.
“Bismillah. Saya bertekad untuk membahagiakan orangtua. Saya ingin menjadi akuntan,” kata Sri kepada detikcom di rumahnya, Rabu (16/12/2015).
Usai membantu ibunya, Sri belajar sembari menjaga adiknya yang masih berumur 9 tahun.
“Kalau malam, tidak bisa belajar. Di sini kalau malam, ramai,” katanya.
Rumah Sri diapit tempat-tempat hiburan malam. Tentu saja bising di malam hari. Selain itu, rumah hanya diterangi satu lampu. Itu pun listriknya mengambil dari tetangga.
Priyati mengumpulkan barang bekas di rumahnya dan dijual sebulan sekali. Kadang dapat Rp 300 ribu, kadang Rp 500 ribu.
“Tidak cukup untuk sebulan, makanya Sri kerap membantu saya,” kata ibu Sri itu sambil memasukkan barang bekas ke karung.
Menurut Priyati, suaminya bekerja sebagai tukang becak. Hasilnya tidak menentu. “Kadang ada hasilnya, kadang tidak ada,” tutur Priyati.
Priyati hanya bisa mengelus dada saat melihat buku-buku pelajaran anaknya basah kuyup karena kehujanan. “Saya kasihan, mereka harus hidup begini. Tapi semangat belajarnya luar biasa,” katanya.
“Katanya dia ingin sekolah sampai tinggi, agar bisa menjadi akuntan, agar bisa membahagiakan orangtuanya,” jelasnya.
Priyati menegaskan akan bekerja keras. Dia dan suaminya senang anak-anak memiliki semangat belajar. “Saya dukung Sri sekolah setinggi mungkin. Jangan seperti saya, yang tidak pinter apa-apa,” kata Priyati pasrah.[] Sumber: detik.com