BANYAK yang menilai, statemen politik Kautsar acap membuat anggota Partai Aceh lain tersedak. Yang paling anyar adalah ucapannya disebuah media cetak dengan judul Fraksi PA Siap Dukung Irwandi telah melemaskan otot-otot kader Partai Aceh dimana-mana.
Statemennya tersebut dinilai terlalu tajam, melangkahi kebijakan yang semestinya dirumuskan terlebih dahulu dalam musyawarah antar partai pengusung pasangan Mualem-TA, guna menemukan langkah politik koalisi tersebut kedepan disaat tidak memenangi Pilkada Aceh. Musyawarah itu dianggap penting agar PA tidak terkesan melangkah sendiri meninggalkan partai koalisi yang mendukungnya pada pilkada lalu.
Pernyataan Kautsar bisa dinilai arogan, merendahkan pimpinan Partai PA dan Partai Koalisi PA tersebut. Dengan entengnya Kautsar menyatakan Fraksi PA siap mendukung Irwandi, dengan gratis tanpa nilai tawar apapun. Statemennya itu, telah menjadikan Kautsar kaki dalam yang manis dari Irwandi di mata pendukung Mualem-TA.
Bukan hal mustahil memang bahwa Partai Aceh bisa saja akan mendukung Irwandi Nova, yang menjadi persoalan statemen Kautsar dianggap terlalu dini, tanpa bargaining apapun. Pernyataan Kautsar juga menjebak PA, hingga tidak ada pilihan lain bagi PA terpaksa ikut terseret dalam alur yang dibuat oleh Kautsar bila tidak ingin dianggap uncooperative untuk membangun Aceh kedepan yang lebih baik. Dukungan PA selanjutnya adalah sebuah langkah mau tak mau meski harus bermuka tebal dan terpaksa untuk mendukung pemenang Pilkada, meski tongkatnya telah dicuri oleh Kautsar.
Banyak kader PA mengaku bingung, secara kapasitas seorang Kautsar publik telah mengenalnya sebagai mantan aktifis mahasiswa, intelektualitas dan pengalaman politik tidak ada yang meragukannya lagi. Juga sebagai ketua Fraksi PA, dia tentu tau persis sistim koordanisi komunikasi politik induk partainya. Kebijakan apapun yang dilakoni fraksi PA tentu tidak lepas dari arahan Pimpinannya. Statemen apapun yang di keluarkannya Kautsar pasti sadar betul kepentingan apa yang ingin dia capai dan itu tidak bisa asal-asalan.
Namun ketika ada sanggahan dari Abu Razak wakil ketua Dewan Pimpinan Pusat – PA terhadap statemen dukungan terhadap Irwandi, kader Partai Aceh jadi bertanya-tanya. Tujuan apa Kautsar berstatemen seperti itu? Terlepas seorang Kautsar dalam hati kecilnya seorang Pro Irwandi, namun secara professional Kautsar adalah pemain PA, dia dituntut berkerja all out untuk kepentingan Partai Aceh dan menjaga kehormatan Partai, bukan mengemban misi pribadi sekedar untuk menyenangkan hati pujaannya. Meski dalam statemen tersebut Kautsar berkata benar, namun kalimat tersebut dianggap terlalu dini untuk disampaikan sebelum rumusan sikap berdasarkan musyawarah jamaah pengusung Muallem-TA. Merasa diri mampu Kautsar dengan kepinterannya telah melakukan langkah one man show dengan mengabaikan keberadaan Jamaah.