Mengesampingkan dan mengenyampingkan merupakan dua kata yang sering dipakai dalam komunikasi secara lisan dan tulisan. Ditilik dari segi bahasa, di antara kedua kata tersebut, hanya salah satu yang benar pemakaiannya.

Bentuk yang benar itu ialah mengesampingkan, bukan mengenyampingkan. Untuk mengetahui alasannya, kita perlu melihat dulu bentuk dasar kata tersebut.

Mengenyampingkan merupakan bentuk berimbuhan yang berkata dasar samping. Kata ini merupakan kata dasar pertama. Adapun kata dasar kedua adalah ke samping. Bila dilekatika –kan, kata dasar ketiga adalah kesampingkan.

Kemudian, kata dasar ketiga ini diberikan imbuhan meN-. Jika kata dasar dengan bunyi awal /k/ dilekati imbuhan meN-, /k/ luluh, seperti pada karang yang menjadi mengarang ketika dilekati meN-, bukan mengkarang; kurang menjadi mengurangi setelah dilekati meN-, bukan mengkurangi.

Dengan begitu, kata kesampingkan jika mendapatkan imbuhan meN- menjadi mengesampingkan, bukan mengenyampingkan. Bunyi /s/ pada kata samping tidak ikut luluh karena tidak melekat langsung pada awalan meN-. Kita juga tidak pernah mengatakan *mengketengahkan, tetapi mengetengahkan karena /t/ pada kata tengah tidak melekat langsung pada awalan meN-.

Maka, penulisan yang benar adalah mengesampingkan, bukan mengenyampingkan.[]