TAKENGON – Tidak ada yang menarik dari Kampung Lot Kala, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah bila dilihat sebelum tahun 2015. Namun berkat komitmen Reje (Kepala Kampung) Kurnia Gading, dibantu dengan aparat kampung dan beberapa warga, kampung yang sebagian wilayahnya terletak di tepi barat Danau Laut Tawar itu setahun terakhir mulai “berwarna”.
“Warna” yang menyolok tersebut adalah dimulainya pengelolaan sampah warga yang ditampung dengan pola Bank Sampah dan dapat ditukar dengan sembako maupun sejumlah uang.
“Awalnya seperti mengayuh sepeda yang terasa berat, tapi sekarang warga sudah mulai sadar dan sangat antusias,” ungkap Kurnia kepada Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin yang datang berkunjung ke kampungnya, Sabtu, 17 September 2016.
Menurut Kurnia ,saat ini sudah ada 40 kepala keluarga yang rutin membawa sampahnya ke Bank Sampah, bahkan aktivitas pengumpulan sampah tersebut sudah mulai merambah ke kampung tetangga, setidaknya Kurnia menyebutkan sudah ada 20 kepala keluarga yang rutin membawa sampah ke tempatnya.
Kurnia mengakui saat ini perminggu pihaknya sudah mampu menerima 1,5 ton sampah yang kemudian diolah menjadi berbagai kerajinan tangan seperti tudung saji, tempat penyimpanan, tas, bunga, vas bunga maupun wadah yang bermanfaat lainnya.
“Selama setahun berjalan, sekarang beberapa warga yang sudah terbantu untuk membayar rekening listrik maupun air hanya dengan sampah keluarganya sehari-hari,” kata Kurnia.